One in a million, A Story about a Bangladeshi Taxi Driver

Filed Under (International, Islam) by gedubrak on 16-01-2010

Tagged Under : , , , , ,

As a immigrant, a minority in the New York city does not change a taxi driver from Banglasdesh, Mohammad Mukal Asadujjaman to become an unhonest man.

In a city where money is everything, where people only think for them self, there are still a few honest man arround.

Some people even called them stupid just because they are honest people.

And one of the honest people is Mohammad Mukal Asadujjaman.

What did he do? That his story make a headline in many media news like in BBC and Foxnews.

What he did is actually a very simple thing, that maybe a very common thing to do in his origin country, but because he did it in New York city, suddenly it make a headline.

He only returned money that left over in the back seat of his taxi.

Something that is very common in Bangladesh, but a very rare thing in New York city.

As a medical student, and as a taxi driver, he is broke. If he did not return the money, he can have more time for study and less time in the street.

But no, he choose to return the money, and refused the thanks you reward.

What an honest man.

And he is a muslim.

What we need is good muslim like Mohammad Mukal Asadujjaman.

May Allah bless you, always.

Bookmark and Share
Tags: , , , , ,

Related posts

Luna Maya vs Infotainment

Filed Under (Indonesia) by bfebrian on 19-12-2009

Tagged Under : , , ,

Mungkin artis wanita yang paling top di Indonesia saat ini, Luna Maya sekarang sedang berhadapan dengan wartawan, terutama wartawan infotainment.

Ungkapan isi hati Luna di jejaring sosial berakibat panjang, karena pihak wartawan menganggap ungkapan isi hati Luna Maya menghina profesi mereka sebagai wartawan.

“Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…”

Luna Maya pasti salah dalam hal ini, seharusnya dia cukup curhat ke beberapa teman akrab saja, tidak ke jejaring sosial seperti twitter yang memiliki anggota ratusan, ribuan bahkan jutaan anggota.

Tapi setenar apapun seorang artis, seorang Luna Maya, dia tetap seorang manusia. Yang kadang-kadang, di saat yang paling mengesalkan, emosi sudah tidak bisa di kontrol lagi.

Lalu apa kira-kira penyebab sehingga Luna Maya begitu kesal kepada wartawan infotainment?

Kutipan dari kompas.com

Dia hanya mengaku ingat, seusai penayangan perdana film tadi di Plasa EX, Jakarta, 15 Desember 2009, bersama istrinya mengaku sangat khawatir dengan sikap para awak pekerja infotainment saat ”memburu” Luna yang saat itu menggendong putra kekasihnya (pemusik Ariel) yang tertidur dalam gendongannya.

Walau mengaku sudah terbiasa melihat perilaku seperti itu, Salman tak urung mengaku sangat khawatir, terutama ketika Luna dan anak yang digendongnya itu terdesak sampai ke tangga eskalator.

Salman berpikir, bagaimana kalau tiba-tiba mereka berdua terdorong dan terjatuh lantaran terdesak belasan pekerjainfotainment yang lengkap membawa berbagai peralatan kerja, seperti lampu sorot dan berbagai macam kamera.

Bagaimana dengan wartawan infotainment? Apakah mereka dewa yang tidak pernah salah?

Mungkin ini saat yang paling tepat bagi para wartawan infotainment untuk melakukan mawas diri, bagaimana seharusnya mereka melakukan pekerjaan mereka. Seharusnya mereka juga memiliki rasa empati terhadap rekan mereka, para artis. Bagaimana perasaan mereka sekarang, maukah mereka di wawancara, bagaimana dengan keadaan sekeliling mereka.

Bila kedua belah pihak bisa saling menghormati, baik Luna Maya menghormati wartawan infotainment dan sebaliknya, wartawan infotainment meghormati hak-hak Luna Maya, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi.

Bila benar, wartawan infotainment yang membesarkan Luna Maya, bukan berarti mereka bisa melakukan apa yang mereka mau terhadap Luna Maya.

Tanda pengenal wartawan di dada mereka tidak membuat mereka kebal hukum dan paling benar.

Semoga kedua belah pihak bisa saling mawas diri dan saling memaafkan.

Teringat nasib Putri Diana yang meninggal secara mengenaskan karena dikejar-kejar oleh paparazi.

Bookmark and Share
Tags: , , ,

Related posts

Mencari Keadilan

Filed Under (Indonesia) by gedubrak on 05-12-2009

Tagged Under : , , , , , , , ,

Nenek Minah, di hukum 1 bulan dan 15 hari dengan masa percobaan 3 bulan hanya karena mencuri 3 buah kakao.

Bapak Aguswandi, di hukum 2 bulan penjara karena me-charge HP.

Manisih, Jowono, Rustono dan Sri Suratmi di tahan karena memungut buah randu seberat 2 kg yang harganya hanya 4000 rupiah.

Ibu Prita di jerat dengan tuntutan pidana dan perdata hanya karena sebuah email curhat yang di kirim ke beberapa temannya dan kemudian beredar luas di internet.  Sekarang dia di vonis untuk membayar denda sebesar Rp. 204 juta rupiah. Jumlah yang sangat besar untuk kalangan menengah ke bawah.

Sementara Anggodo bisa berjalan bebas.

Sementara Anggoro hidup nyaman di singapura.

Sementara para koruptor, penjahat berkerah putih bebas berkeliaran, menggondol milyaran bahkan trilyunan uang rakyat.

Sementara kasus bank Century akan di peti es kan, karena yang memimpin pansus adalah orang golkar yang dekat dengan kekuasaan.

Rasa-rasanya keadilan sudah menjadi barang langka di negara ini. Mungkin beberapa tahun ke depan keadilan sudah punah, tidak ada lagi.

Bookmark and Share
Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Awas, serbuan Miyabi

Filed Under (Indonesia, International, Movie) by gedubrak on 27-09-2009

Tagged Under : , , , ,

Miyabi akan datang, akan menyerbu ke Indonesia. Bila ada yang tidak tahu siapa atau apa itu Miyabi bersiaplah untuk kaget. Miyabi bukanlah sejenis makanan dari Jepang, atau mainan terbaru dari Jepang, tapi adalah seorang bintang film PORNO dari Jepang.

Miyabi atau dengan nama aslinya Maria Ozawa, bisa di bilang adalah ratu dari bintang film porno di Jepang, dia sudah bermain di ratusan film porno, dan sekarang akan datang ke Indonesia untuk bermain film lokal dengan judul “Menculik Miyabi”.

Gila.

Sugguh banyak orang di Republik ini sudah gila. Kebebasan yang seharusnya di pergunakan untuk kebaikan dan kemajuan, justru di salah gunakan untuk kerusakan demi untuk kepentingan pribadi.

Apa untungnya mendatangkan Miyabi ke Republik ini? Kecuali untuk menebalkan kantong segelintir orang? Kedatangan Miyabi di takutkan akan lebih banyak mendatangkan hal-hal yang negatif dari pada yang positif. Lalu buat apa?

Gila.

Seperti biasa pihak produser tidak perduli akan tanggung jawab moral selama tidak melanggar hukum, hukum buatan manusia.

Mengapa tidak mendatangkan orang yag lebih “benar” dari Miyabi, masih banyak yang bisa di datangkan, ratusan atau ribuan wanita terkenal yang bisa di culik untuk menggantikan Miyabi. Mengapa tidak “Menculik Dian Satro” atau “Menculik Sandra Dewi”? Pasti masih banyak yang akan menonton film tersebut.

Tapi seperti biasa, mereka tidak berniat untuk membuat film yang bermutu, hanya film murahan yang bisa mengeruk uang banyak.

Ataukah ada niat jahat di balik pembuatan film ini? Apa jadinya bila negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia membuat film dengan peran utama Miyabi? Walaupun mugkin di dalam film tersebut tidak ada adengan pornonya, tapi tetap konotasi negatif yang di terima.

Semoga banyak orang awam dan bahkan dari kalangan perfilman sendiri yang masih bermoral akan menolak serbuan Miyabi.

Bookmark and Share
Tags: , , , ,

Related posts

Kasus Ibu Prita Mulyasari Bag 2

Filed Under (Health, Indonesia) by bfebrian on 04-08-2009

Tagged Under : , , , ,

Kembali keadilan di negeri ini di pertanyakan. Ibu Prita Mulyasari yang sudah di nyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Tanggerang ternyata masih harus menjalani pengadilan ulang karena Pengadilan Tinggi Tanggerang membatalkan putusan bebas Ibu Prita.

Apakah kasus yang tidak lebih dari dagelan ini masih mau di perpanjang?

Saya pernah menulis bahwa Ibu Prita beruntung ketika kasusnya pertama kali muncul pada saat masa kampanye. Sehingga banyak “dukungan” yang di berikan dari para capres dan cawapres kepada dirinya. Tentunya mereka sambil berkampanye, seakan-akan mereka perduli dengan rakyat kecil seperti Ibu Prita.

Tapi sekarang?

Tidak ada kabar berita lagi, bahkan kasus Ibu Prita seakan hilang tertelan oleh kasus-kasus yang “lebig besar” seperti kasus DPT, Antasari, Bomb dan sekarang meninggalnya Mbah Surip.

Kasus Ibu Prita adalah mewakili kita semua, bila Ibu Prita kalah, maka kalah juga kebebasan berbicara kita, kalah juga hak kita sebagai konsumen untuk mendapat hak pelayanan yang leih baik dari produsen. Dan kita tidka berani lagi bersuara apabila kita tidak mendapatkan layanan yang menjadi hak kita, karena bisa saja kita di tuntut balik oleh mereka.

Apabila Ibu Prita menang, maka kita juga yang akan menang. Tidak ada lagi para produsen yang bersikap semena-mena kepada konsumen nya. Mereka tidak bisa lagi mengancam kita apabila kita bersuara vokal kepada mereka, padahal kita hanya meminta hak kita sebagai konsumen.

Kepada Ibu Prita, selamat berjuag ibu. Mungkin kita tidak bisa di samping ibu berjuang bersama, tapi dukungan moral kami, doa kami akan selalu bersama ibu. Karena Ibu Prita adalah kami, dan kami adalah Ibu Prita.

Kebebasan untuk berbicara harus tetap hidup di negeri ini. Karena kebebasan untuk berbicara adalah inti dari demokrasi.

Bookmark and Share
Tags: , , , ,

Related posts

Kampanye negatif menjelang pemilu

Filed Under (Indonesia, Politics, religions) by gedubrak on 30-06-2009

Tagged Under : , , , , , , , ,

Pemilu sudah semakin dekat, tinggal menghitung hari, dan suasana politik pun semakin memanas. Masing-masing pasangan mulai mengeluarkan jurus-jurus pamungkas agar dapat meraih dukungan dan simpati rakyat yang sebesar-besarnya. Namun sayang, jurus pamungkas yang di keluarkan justru banyak yang bersifat negatif.

Pasangan SBY-Boediyono, mulai berusaha merayu rakyat Indonesia dengan menganjurkan pemilu cukup dengan satu putaran, dengan alasan untuk menghemat biaya.

Itu adalah alasan yang bodoh.

Bahkan dengan menyindir, Prabowo mengusulkan agar tidak perlu ada pemilu, cukup di undi saja, sehingga kita tidak perlu keluar uang untuk pemilu.

Ada segala macam survey yang keabsahannya dipertanyakan. Bahkan menurut Butet Kertarajasa, hasil survey tersebut dipesan dengan harga tertentu.

Kemudian beredar surat-surat elektronik yang memojokan JK sebagai perpanjangan tangan Golkar, dan jika JK terpilih maka Golkar akan hidup lagi.

Ada lagi edaran-edaran yang bersifat sara karena menuduh istri Boediono adalah seorang non muslim. Edaran yang bersifat sara ini tentu sangat membingungkan, apalagi kemudian terbukti bahwa yang membagikan edaran tersebut adalah kader dari Partai Demokrat. Sampai sekarang tujuan dan motif dari edaran tersebut masih belum jelas.

Bila di komunitas facebook beredar group dengan nama “say no to mega” dan kemudian di balas dengan group yang lain dengan nama “say no to sby”

Apakah kampanye negatif atau black campaign ini akan terus berlangsung?

Apakah politik harus seperti ini, menghalalkan segala cara agar dapat menang?

Lalu mau kemana negeri ini?

Bookmark and Share
Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..?? (Email)

Filed Under (Indonesia, Islam, Politics) by gedubrak on 23-06-2009

Tagged Under : , , , , , , ,

Kelihatannya menjelang detik-detik pemilihan umum, para capres dan cawapres mulai menggunakan dan menghalalkan segala macam cara untuk memposisikan diri mereka di mata para rakyat, para pemilih. Ada yang menggunakan cara yang intelek dengan cara berdebat, ada juga yang menggunakan cara intimidasi bahkan dengan cara menjelek-jelekan capres dan cawapres yang lain.

Pagi ini saya mendapat email dari seorang rekan, yang isinya menjelaskan dari sisi PKS, kenapa kita tidak perlu ragu untuk memilih SBY.

Subject dari email tersebut adalah “Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..??

Email tersebut berasal dari Muhammad Iman, dari milis Family UI.

Berikut adalah isi dari email tersebut, tanpa ada proses editor apapun dari sini, biar semua bisa menilai.

Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..??
Bagikan
oleh Muhammad Iman (catatan) Sab pukul 20:16
tulisan bagus nih dari milis family ui..

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya membutuhkan cukup waktu untuk bisa memahami alasan DPP PKS memilih tetap berkoalisi dengan SBY-Boediono. Itu, karena tadinya saya mengharapkan dan menyangka PKS akan memilih JK. Namun, setelah jelas sikap DPP sedikit-demi- sedikit saya menemukan jawabannya. Semoga apa yang saya fahami ini tidak semuanya salah.

Pertama, PKS bukan satu-satunya partai Islam yang memilih SBY. Disana ada koalisi seluruh partai Islam dan berbasis massa Islam yaitu PKB, PPP dan PAN. Jadi, ini kemaslahatan pertama yaitu mendahulukan koalisi partai Islam dibanding koalisi sekuler termasuk yang mendukung JK. Mana yang harus kita utamakan, kumpulan partai Islamis atau koalisi partai sekuler?

Kedua, kalau misalnya JK berasal dari partai Islam, atau ada indikasi meyakinkan dia mendukung Islam, misalnya memiliki keberpihakan dalam kasus Ahmadiyah, RUU APP, terorisme Islam dan lain-lain yang ada kepentingan Islam disana, saya setuju pilihan JK disebut sesuai dengan syariah Islam. Kalau indikasinya “hanya” jilbab istrinya dan shalat di masjid Sunda Kelapa karena mau jadi capres, itu tidak cukup. Kenapa? Dulu, waktu ribut majalah Playboy di Indonesia , saya ingat betul JK bilang, ”Bagaimana caranya menghentikan Playboy? Kita tidak punya instrumennya. ..”. JK terus terang menolak menghentikan Playboy. Lalu, apa artinya JK yang menjilbabi istrinya tapi tidak bisa mencegah anak-anak bangsa dinegeri Islam terbesar ditelanjangi oleh Playboy? Tentu saja, terbitnya ikon porno itu kini bukan sepenuhnya salah JK. Tapi, dimanakah aspek kesyariahan JK dengan komentar dia itu? FPI tanpa menggunakan perangkat hukumpun sanggup mengusir Playboy dari Jakarta dan membuat umat Islam sadar tentang bahaya majalah bugil itu dibanding JK. Saya tidak menyalahkan bagi yang mau memilih JK dan semoga JK ingat masjid tidak hanya karena mau jadi capres. Tapi, untuk mengatakan bahwa JK lebih sesuai dengan syariah Islam, kita butuh indikasi yang lebih banyak dan komprehensif. Baik SBY, JK apalagi Mega, tidak ada yang syar’i. Saya kira, kita harus lebih berhati-hati melegitimasi sesuatu dengan predikat syar’i. Ini harus diklarifikasi agar tidak muncul anggapan

PKS melarang memilih sesuai dengan syariah Islam…

Ketiga, ini adalah alasan paling penting. Keputusan memilih SBY dibuat melalui proses Syura. Apa artinya Syura? Artinya, ada 99 kader terbaik PKS yang duduk bersama untuk mengkaji dari segi syariah, politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain dengan dukungan kepakaran, data, survey, analisa, pengalaman dan sistem untuk menetapkan dukungan terhadap SBY. Keputusan ini dikokohkan kembali dengan keputusan pakar-pakar Islam di Dewan Syariah. Dengan begitu, kesalahan makin mantap diminalisir. Jika kita hendak menolak keputusan syura ini, sepatutnya kita juga mendasarinya dengan

kapasitas lebih tinggi atau setingkat. Jika hanya pertimbangan individu, saya khawatir disana ada lebih banyak yang kita tidak tahu daripada yang kita tahu. Kita perlu bertanggungjawab dalam pilihan kita, sebab itu semua akan dimintakan pertanggungjawaban kita di mahkamah Allah pada yaumil akhir nanti.

Ijinkan saya bertanya, saat kita menolak SBY dan memilih JK : sudahkah kita melakukannya—misalkan dengan — proses pengumpulan sample data,

survey, penelitian mendalam, analisa komprehensif dengan fikiran dan hati tenang-jernih tanpa emosi, pengkajian kaedah-kaedah fiqih siyasi yang diiringi shalat tahajjud, shalat istikharah dan munajat kepada Allah seperti yang dilakukan oleh Majlis Syura dan Dewan Syariah PKS? Jangan-jangan kita hanya merujuk berdasar berita dan rumor di mass media dan fikiran selintas saja? Obrolan di kantor? Apakah semua isi mass media dan imej JK yang dikarang tim suksesnya itu sesuai dengan kenyataan? Siapa yang menjamin? Dapatkah itu menyamai kualitas data, pengalaman politik dan kapasitas 99 anggota Majlis Syura? Kalaupun kita sudah melakukan itu semua, paling tinggi, itukan kita lakukan sendirian… Bisakah kapasitas dan analisa kita menyamai 99 anggota

Majlis Syura plus Dewan Syariah? Pantas saja, Allah menyuruh kita menggunakan mekanisme Syura dalam pengambilan keputusan. Ternyata, jika keputusan dibuat sendiri kelemahannya jauh lebih banyak. Tentu saja keputusan Majlis Syura bisa saja salah. Mereka bukan kumpulan malaikat dan nabi. Namun, jika Majlis Syura saja bisa salah, tentu kita yang sendirian lebih pantas untuk salah. Saya rasa, kearifan seperti ini perlu kita gunakan saat mengkritik PKS dengan keputusan-keputusan politiknya.

Keempat, mungkin ini pendapat agak asing, tapi bisa dipertanggungjawabk an. Dalam memilih pemimpin, aspek kesesuaian dengan syariah tidak hanya

didasari alasan kesalehan orang yang kita pilih. Belum tentu orang yang lebih saleh itu, pasti lebih benar dalam memimpin (ini dengan memisalkan JK lebih saleh dari SBY). Imam Ahmad berkata, ”Seorang panglima yang saleh tapi tidak mengerti perang, kesalehannya hanya untuk dirinya dan ketidaktahuannya tentang perang berakibat fatal bagi umat Islam. Tapi, seorang panglima tidak saleh yang menguasai ilmu perang, ketidaksalehannya hanya siksa untuk dirinya sementara pengetahuan perangnya jadi maslahat bagi umat Islam”. Pendapat ini didukung pula oleh Ibn Taimiyah. Menurut keduanya, bisajadi pemimpin yang kurang saleh lebih berhasil disamping pemimpin saleh tapi lemah dan tidak punya strategi (Ibn Taimiyah, al-Siyasah al-Syar’iyah, Beirut : Dar al-Afaq, 1983, cet.1, hal. 16-17). Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, akan memperkuat agama ini (meski) melalui tangan orang fajir (fajir: pelaku dosa, lawan dari saleh). (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, Bab Ghazwah Khaibar, no. 3882 dan Imam Ahmad, Musnad Abi Hurairah, hadits no. 7744).

Jadi, Imam Ahmad, Ibn Taimiyah, Imam al-Bukhari dan lain-lain telah menyimpulkan bahwa kemenangan dakwah bisa juga diperoleh melalui perantara orang-orang bukan shaleh dan fasik. Tentu, orang fajir dan fasik yang bagaimana dulu….tentu tidak boleh juga sembarangan, kan ? Dalam Sirah Nabawiyah, ada riwayat bahwa Rasulullah SAW meminta bantuan dan perlindungan pada pemimpin musyrik al-Muth’im bin ‘Adiy atau raja Kristen Najasyi, beliau juga berkoalisi dengan kabilah Khuzaah yang banyak dari mereka masih musyrik dan Rasulullah SAW berkoalisi dalam treaty dengan Yahudi kafir dalam piagam Madinah yang populer itu, atau meminta tolong pada Abdullah bin Uraiqith, penunjuk jalan yang masih musyrik saat berhijrah ke Madinah.

Meski begitu, pemimpin yang paling tepat adalah yang memiliki kesalehan dan kekuatan strategi sekaligus. Tapi, yang seperti ini menurut Ibn

Taimiyah sangat jarang. Kadang dia saleh tapi dia terhalang oleh faktor luar untuk memberikan kepemimpinan yang benar. Maka, menurut beliau, pemilihan seorang pemimpin, harus mempertimbangkan aspek sekomprehensif mungkin, bukan hanya sisi pribadi dia sendiri.
Kelima, ditakdirkan JK lebih saleh dari SBY, kita bertanya, bagaimana dengan Golkar? Saya berpendapat, salah satu keuntungan Pemilu 2009 yang

jelas adalah berhasil ”dihancurkannya’ ‘ suara partai terbesar penyokong kerusakan di Indonesia yaitu PDIP dan Golkar. Kita tidak boleh lupa. Tahun 2008 pasca fenomena PKS di DKI, Depok, Jabar dan Sumut, untuk pertamakalinya PDIP dan Golkar duduk bersama menyatakan Deklarasi Palembang untuk membendung apa yang mereka sebut bahaya sinkretisme terhadap keutuhan NKRI. Orang terkejut untuk pertamakali PDIP-Golkar bisa duduk bersama, dan ternyata kepentingannya sama-sama hendak melawan Islam. Jadi, habisnya dua partai ini di tahun 2009 adalah prestasi yang harus kita syukuri.

Dengan kemenangan SBY di Pilpres mendatang, maka ”kehancuran’ ‘ PDIP dan Golkar sebagai pilar korupsi dan mega-kejahatan Indonesia itu bisa makin ”disempurnakan’ ‘. Sebaliknya, kalau JK yang menang apa tidak mungkin Golkar mengkonsolidasikan kekuatan dan come back lagi? Saya bertanya-tanya, bagaimana kita bisa ”terbius” dengan ”kesederhanaan’ ‘ dan ”kebersahajaan’ ‘ JK-Wiranto untuk bersama-sama melupakan kejahatan

Golkar? Jangan-jangan, kita terjebak dalam strategi mafia dan jaringan kroni Golkar dan kaum anti Islam melalui siasat kampanye tim sukses mereka? Saya kira, masalah Pilpres, tidak bisa disederhanakan dalam figur JK-Wiranto saja. Ini kalau kita menyepakati Golkar lebih bahaya dari Demokrat. Demokrat relatif jauh lebih rapuh, tidak memiliki basis massa yang permanen serta hanya bergantung pada figur SBY yang sudah pasti berakhir di 2014. Demokrat tak punya basis memadai untuk menjadi kekuatan besar dan tahan lama. Demokrat hingga kini tidak punya faktor yang diandalkan selain SBY bukan?

Keenam, bisa jadi JK lebih saleh, namun nyatanya ia memiliki satu kekurangan yang cukup fatal. Dia seorang yang lemah di tubuh Golkar sendiri. Dalam Pemilu kemarin, banyak suara yang menolak JK. Dalam Golkar sampai ada empat blok, selain JK, ada Sri Sultan, Akbar Tandjung dan Fadel Muhammad. Tiga orang ini sama-sama memiliki basis massa yang kuat dan mencoba langkah-langkah politik sendiri. Terlebih lagi, Akbar Tandjung berhasil mengumpulkan banyak wakil dari daerah dalam Mukernas Golkar dan mengajak boikot JK. Di koran Tempo diserukan agar JK berintrospeksi karena tidak mampu menjaga keutuhan Golkar. Golkar, diambang perpecahan serius dimasa kepemimpinan JK. Kondisi ini sangat berbahaya. Ternyata JK tidak mampu mengendalikan partainya. Kalau JK setuju Golkar melakukan konvensi capres seperti di tahun 2004, bisa jadi dia tidak terpilih sebagai capres karena sekarangpun dukungan atas pencapresan JK dilakukan sangat terakhir. Kelemahan JK ini akan mengakibatkan orang-orang partainya bertindak semau gue dalam menjalankan pemerintahan nanti. Maka koalisi dengan JK menjadi langkah yang sangat rawan karena kelemahan JK

mengendalikan partainya. Dan kedepan, figur-figur selain JK akan menunggu untuk hadir di 2014. Ini berbeda dalam kasus Demokrat dan SBY.

Ketujuh, berbicara tentang klenik, saya kira Golkar sendiri tidak bersih dari klenik. Kita tahu, tokoh kunci Golkar yaitu Sri Sultan, mengkondisikan masyarakatnya melalui agenda keraton yang berkutat dengan kultur klenik dan khurafat yang dipelihara sistematis dan mengakar, bahkan menjadi cagar budaya. Di Batam, caleg-caleg nomor-jadi Golkar diisi orang-orang Kristen. Di Sumedang, ada caleg provinsi dari Golkar nomer jadi beragama Kristen yang dimana-mana menggunakan tambahan H didepannya supaya dikesankan Haji. Maka, kalau bisa, untuk mendukung atau menolak seorang pemimpin, sebaiknya tidak didasari oleh secuil kasus A disini dan fakta B disana sehingga yang muncul adalah fragmen yang tidak utuh karena fakta negatif bisa ada dimanapun. Kita membutuhkan informasi yang lengkap dan komprehensif.

Kedelapan, persoalannya bukan terletak pada berubah-ubahnya fatwa dan zig-zagnya suatu langkah politik. Persoalannya adalah, manakah keputusan yang benar? Langkah politik yang lempang tapi salah, tentu tidak kita inginkan. Para ulama menyepakati kaedah perubahan fatwa mengikuti

perubahan kondisi dan sebabnya.. Zig-zag dan berubah-ubah itu tidak mengapa, asalkan itu benar. Perubahan strategi politik antara 2004

dan 2009 itu tidak mengapa jika memang itu benar dan dibutuhkan. Strategi politik tahun 2004, bukanlah seperti wahyu yang tidak boleh

diubah. Saya yakin, di tahun 2014 nanti juga akan terjadi perubahan-perubahan strategi…

Masih banyak lagi alasan yang bisa diberikan mengenai mengapa tidak memilih JK. Diantaranya adalah SBY telah bersedia menerima kontrak politik

yang berisi agenda-agenda dakwah seperti masalah pembebasan Palestina dan lain-lain. Memang, kelemahan-kelemahan ini sebagian juga ada di

SBY. Namun di beberapa poin, SBY tidak seberat JK dengan Golkarnya.

Bagaimanapun SBY lebih aman dan menguntungkan untuk dipilih. Golkar memiliki tingkat bahaya yang lebih permanen dibanding Demokrat.

Meski begitu, harus diakui PKS juga punya kesalahan dan kelemahan. Selain itu, ada juga masalah teknis dan komunikasi. Makanya, saya tidak terkejut mendapati orang bingung melihat PKS masih di jalur dakwah atau bukan. Wajar, karena PKS bukan kumpulan malaikat dan nabi. Mereka adalah manusia-manusia. Adalah tidak manusiawi, jika kita tidak mau memahami kesalahan PKS. Namun, selama partai ini masih memelihara ribuan halaqah yang merumuskan dan merealisasikan berbagai agenda dakwah dan tarbawi, lebih dari satu juta kader terbina, ada agenda tatsqif, mabit dan katibah, punya Majlis Syura dan Dewan Syariah, struktur dakwah dan jamaahnya masih solid, tidak pecah dan terus bekerja, masih gegap memekikkan kata jihad, takbir dan kematian syahid, masih menangis dalam shalat malam berjamaah dan merasakan penderitaan rakyat Palestina, saya meyakini PKS tetap satu-satunya partai dakwah yang paling relevan di Indonesia . Kecuali, kalau itu semua sudah bubar dan tinggal kegiatan politiknya saja.

William Lidle, seorang Yahudi ahli Indonesia mengatakan di Metro-TV PKS adalah kekuatan Islam paling berbahaya. Baru-baru ini, terbit sebuah buku “Ilusi Negara Islam” oleh LibForAll. Disana ada Gus Dur, Musthafa Bishri dan Syafii Maarif. Isinya sangat menyudutkan PKS sebagai kaum ekstrim yang membahayakan NKRI. Di Singapore, Taufik Kiemas menyebut PKS sebagai metamorfosa kaum teroris menjadi partai yang legal. Belum lagi isu Wahabi, GAM dan lain-lain yang ditujukan pada PKS. Kaum anti Islam sedang panik melihat perkembangan Islam melalui PKS. Mereka takut fenomena Turki,

Mesir dan Palestina terjadi di Indonesia . Mereka jauh lebih takut PKS dibanding HTI, FPI, Salafy atau Majelis Mujahidin. Kenapa justru kita sebagai orang yang sadar dengan Islam malah hendak menyerang PKS?

Sudah cukup rasanya umat Islam merasakan perihnya perpecahan, kelemahan dan dikerjain orang lain. Biarlah kader-kader PKS lebih memilih suara

qiyadah dan syura mereka. Janganlah kita menambah lebih banyak lagi syubhat dan kebingungan sehingga menyebabkan perpecahan dan kelemahan.

Semoga Allah melimpahi kita dan para pemimpin Islam dengan hidayah dan rahmat. Semoga Allah memelihara langkah kita dalam istiqamah. Amin.

Wallah A’lam bis-Shawab. Wassalamualaikum

Mohon disebarkan dengan teman2 lain ……

Itulah isi email yang beredar, tanpa di kurangi sedikitpun.

Tanpaknya, menjelang pemilu, suasananya makin memanas.

Dan pada akhirnya, biarlah rakyat yang memilih. Dan semoga yang terbaiklah yang menang.

Bookmark and Share
Tags: , , , , , , ,

Related posts

Ibu Prita, jangan berhenti

Filed Under (Health, Indonesia) by gedubrak on 14-06-2009

Tagged Under : , , , ,

Di akhir minggu ini saya banyak mendengar kabar bagus tentang kasus Ibu Prita. Kabar-kabar tersebut pasti akan semakin membantu agar Ibu Prita bisa di nyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Kabar pertama yang menggembirakan adalah di bebaskannya Ibu Prita dari tahanan kota. Dengan di bebaskannya Ibu Prita dari tahanan kota, Ibu Prita bisa pergi kemana saja dia mau, termaksud bekerja. Dan dia mengunakan hari pertamanya bebas dari tahanan kota dengan mengajak anak-anaknya berkeliling dengan busway.

Kabar kedua adalah di copotnya jabatan kejaksaan tinggi banten. Walaupun pihak kejaksaan mengatakan bahwa pencopotan jabatan tersebut adalah mutasi biasa, tapi tentunya kita semua tahu bahwa pencopotan tersebut berhubungan erat
dengan kasus Ibu Prita. Dan semakin menguatkan dugaan adanya kesalahan yang dilakukan oleh kejaksaan banten dalam kasus Ibu Prita.

Kabar ketiga adalah adanya tuntutan malpraktek terhadap Rs. Omni International. Semakin banyak tuntutan malpraktek terhadap Rs. Omni International tentu akan semakin membantu kasus Ibu Prita.

Bisa dibilang kebebasan Ibu Prita tinggal menunggu waktu saja. Dan akhirnya doa banyak orang akan terkabulkan.

Tapi saya harapkan agar Ibu Prita tidak berhenti disitu saja. Bila nanti Ibu Prita dinyatakan tidak bersalah, sebaiknya Ibu Prita menuntut balik Rs. Omni International dan pihak kejaksaan banten baik secara perdata maupun pidana.

Memang apa yang telah Ibu Prita derita tidak akan bisa dinilai dengan uang, tapi setidaknya itu bisa memberi pelajaran bagi siapa saja, agar tidak semena-mena lagi terhadap rakyat kecil.

Kasus Ibu Prita membuktikan bahwa rakyat kecil pun punya kekuatan, dan selama kita benar tidak ada yang perlu kita takuti.

Bookmark and Share
Tags: , , , ,

Related posts

Mega-Prabowo memiliki pendukung masing-masing

Filed Under (Indonesia, Politics) by gedubrak on 12-06-2009

Tagged Under : , , , , , , , ,

Ada satu keunikan atau mungkin bisa dibilang kelebihan dari pasangan capres dan cawapres dengan no urut 1, Mega-Prabowo, yaitu ada kemungkinan, banyak pemilih yang memilih pasangan Mega-Prabowo karena sosok Prabowo itu sendiri, bukan hanya karena sosok Ibu Mega.

Hal ini berbeda untuk pasangan yang lain. Bila untuk pasangan SBY-Boediono, hampir di pastikan mereka yang memilih pasangan tersebut adalah memilih SBY, bukan karena memilih Boediono. Begitu juga untuk pasangan JK-Wiranto, hampir di pastikan mereka memilih JK, bukan memilih Wiranto. Bila ada yang memilih Wiranto, mungkin hanya sebagian kecil saja.

Tapi untuk pasangan Mega-Prabowo, baik yang memilih Ibu Mega dan yang memilih Prabowo akan hampir sama banyaknya. Ibu Mega memiliki pendukung fanatik, yang di bilang, walaupun apa yang terjadi tetap akan memilij Ibu Mega. Sedangkan Prabowo juga banyak pendukun dari kalangan petani, nelayan dan pedagan kecil. Untuk Prabowo sendiri, beliau sudah memiliki pendukung hampir sebesar 50 ribu pendukung, memang hanya setengah dari pendukung SBY yang mencapai lebih dari 100 ribu, tapi bila di gabungkan dengan pendukung Ibu Mega?

Baik Ibu Mega dan Prabowo memiliki nilai jual yang hampir sama, dan karena itulah tidak menutup kemungkinan untuk pasangan dengan nomor urut 1 tersebut akan memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden ini.

Tapi yang namanya politik, ternyata lebih bundar dari bola sepak itu sendiri, tidak bisa di duga sama sekali. Hasil akhir, hanya Tuhan yang tahu.

Bookmark and Share
Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Ganyang malaysia!

Filed Under (Indonesia, International) by gedubrak on 04-06-2009

Tagged Under : , , ,

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Mungkin negara kita tidak semakmur mereka, mungkin peralatan perang kita tidak secanggih mereka, tapi bukan berarti mereka bisa menginjak-injak harga diri kita.

Bagi sebagian orang yang saya kenal, harga diri lebih tinggi dari pada hidup itu sendiri.

Lebih baik mati sebagai harimau, dari pada hidup bagaikan anjing.

Sangat disayangkan kalau pemerintah kita bersikap terlalu lunak terhadap mereka. Dengan terus-menerus mengupayakan dialog, tapi sampai kapan?

Ini bukan harga diri mereka lagi, ini adalah harga diri bangsa Indonesia.

Ada saatnya untuk berdialog, tapi apabila dialog sudah dilakukan, dan mereka masih bersikap kurang ajar kepada kita, apakah kita akan berdialog terus?

Apakah kita sudah tidak punya harga diri lagi?

Yang kita butuhkan adalah pmerintahan yang berani, yang tidak rela harga diri negara yang kita cintai ini diinjak-injak oleh orang asing.

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Tentara kita sudah lebih dari memadai untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI, walau dengan senjata usang, tapi keahlian, keberanian dan kebenaran berpihak kepada kita.

Tentara mereka banyak berlatih kepada kita, tentara mereka banyak belajar kepada kita. Mereka adalah murid-murid yang kurang ajar yang berpikir bisa mengalahkan guru mereka.

Mereka bermimpi.

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Ganyang malaysia!

Bookmark and Share
Tags: , , ,

Related posts


misc


blog stats


Subscribe in a reader