Kampanye negatif menjelang pemilu

Filed Under (Indonesia, Politics, religions) by gedubrak on 30-06-2009

Tagged Under : , , , , , , , ,

Pemilu sudah semakin dekat, tinggal menghitung hari, dan suasana politik pun semakin memanas. Masing-masing pasangan mulai mengeluarkan jurus-jurus pamungkas agar dapat meraih dukungan dan simpati rakyat yang sebesar-besarnya. Namun sayang, jurus pamungkas yang di keluarkan justru banyak yang bersifat negatif.

Pasangan SBY-Boediyono, mulai berusaha merayu rakyat Indonesia dengan menganjurkan pemilu cukup dengan satu putaran, dengan alasan untuk menghemat biaya.

Itu adalah alasan yang bodoh.

Bahkan dengan menyindir, Prabowo mengusulkan agar tidak perlu ada pemilu, cukup di undi saja, sehingga kita tidak perlu keluar uang untuk pemilu.

Ada segala macam survey yang keabsahannya dipertanyakan. Bahkan menurut Butet Kertarajasa, hasil survey tersebut dipesan dengan harga tertentu.

Kemudian beredar surat-surat elektronik yang memojokan JK sebagai perpanjangan tangan Golkar, dan jika JK terpilih maka Golkar akan hidup lagi.

Ada lagi edaran-edaran yang bersifat sara karena menuduh istri Boediono adalah seorang non muslim. Edaran yang bersifat sara ini tentu sangat membingungkan, apalagi kemudian terbukti bahwa yang membagikan edaran tersebut adalah kader dari Partai Demokrat. Sampai sekarang tujuan dan motif dari edaran tersebut masih belum jelas.

Bila di komunitas facebook beredar group dengan nama “say no to mega” dan kemudian di balas dengan group yang lain dengan nama “say no to sby”

Apakah kampanye negatif atau black campaign ini akan terus berlangsung?

Apakah politik harus seperti ini, menghalalkan segala cara agar dapat menang?

Lalu mau kemana negeri ini?

Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..?? (Email)

Filed Under (Indonesia, Islam, Politics) by gedubrak on 23-06-2009

Tagged Under : , , , , , , ,

Kelihatannya menjelang detik-detik pemilihan umum, para capres dan cawapres mulai menggunakan dan menghalalkan segala macam cara untuk memposisikan diri mereka di mata para rakyat, para pemilih. Ada yang menggunakan cara yang intelek dengan cara berdebat, ada juga yang menggunakan cara intimidasi bahkan dengan cara menjelek-jelekan capres dan cawapres yang lain.

Pagi ini saya mendapat email dari seorang rekan, yang isinya menjelaskan dari sisi PKS, kenapa kita tidak perlu ragu untuk memilih SBY.

Subject dari email tersebut adalah “Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..??

Email tersebut berasal dari Muhammad Iman, dari milis Family UI.

Berikut adalah isi dari email tersebut, tanpa ada proses editor apapun dari sini, biar semua bisa menilai.

Kenapa ragu dengan keputusan PKS pilih SBY..??
Bagikan
oleh Muhammad Iman (catatan) Sab pukul 20:16
tulisan bagus nih dari milis family ui..

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya membutuhkan cukup waktu untuk bisa memahami alasan DPP PKS memilih tetap berkoalisi dengan SBY-Boediono. Itu, karena tadinya saya mengharapkan dan menyangka PKS akan memilih JK. Namun, setelah jelas sikap DPP sedikit-demi- sedikit saya menemukan jawabannya. Semoga apa yang saya fahami ini tidak semuanya salah.

Pertama, PKS bukan satu-satunya partai Islam yang memilih SBY. Disana ada koalisi seluruh partai Islam dan berbasis massa Islam yaitu PKB, PPP dan PAN. Jadi, ini kemaslahatan pertama yaitu mendahulukan koalisi partai Islam dibanding koalisi sekuler termasuk yang mendukung JK. Mana yang harus kita utamakan, kumpulan partai Islamis atau koalisi partai sekuler?

Kedua, kalau misalnya JK berasal dari partai Islam, atau ada indikasi meyakinkan dia mendukung Islam, misalnya memiliki keberpihakan dalam kasus Ahmadiyah, RUU APP, terorisme Islam dan lain-lain yang ada kepentingan Islam disana, saya setuju pilihan JK disebut sesuai dengan syariah Islam. Kalau indikasinya “hanya” jilbab istrinya dan shalat di masjid Sunda Kelapa karena mau jadi capres, itu tidak cukup. Kenapa? Dulu, waktu ribut majalah Playboy di Indonesia , saya ingat betul JK bilang, ”Bagaimana caranya menghentikan Playboy? Kita tidak punya instrumennya. ..”. JK terus terang menolak menghentikan Playboy. Lalu, apa artinya JK yang menjilbabi istrinya tapi tidak bisa mencegah anak-anak bangsa dinegeri Islam terbesar ditelanjangi oleh Playboy? Tentu saja, terbitnya ikon porno itu kini bukan sepenuhnya salah JK. Tapi, dimanakah aspek kesyariahan JK dengan komentar dia itu? FPI tanpa menggunakan perangkat hukumpun sanggup mengusir Playboy dari Jakarta dan membuat umat Islam sadar tentang bahaya majalah bugil itu dibanding JK. Saya tidak menyalahkan bagi yang mau memilih JK dan semoga JK ingat masjid tidak hanya karena mau jadi capres. Tapi, untuk mengatakan bahwa JK lebih sesuai dengan syariah Islam, kita butuh indikasi yang lebih banyak dan komprehensif. Baik SBY, JK apalagi Mega, tidak ada yang syar’i. Saya kira, kita harus lebih berhati-hati melegitimasi sesuatu dengan predikat syar’i. Ini harus diklarifikasi agar tidak muncul anggapan

PKS melarang memilih sesuai dengan syariah Islam…

Ketiga, ini adalah alasan paling penting. Keputusan memilih SBY dibuat melalui proses Syura. Apa artinya Syura? Artinya, ada 99 kader terbaik PKS yang duduk bersama untuk mengkaji dari segi syariah, politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain dengan dukungan kepakaran, data, survey, analisa, pengalaman dan sistem untuk menetapkan dukungan terhadap SBY. Keputusan ini dikokohkan kembali dengan keputusan pakar-pakar Islam di Dewan Syariah. Dengan begitu, kesalahan makin mantap diminalisir. Jika kita hendak menolak keputusan syura ini, sepatutnya kita juga mendasarinya dengan

kapasitas lebih tinggi atau setingkat. Jika hanya pertimbangan individu, saya khawatir disana ada lebih banyak yang kita tidak tahu daripada yang kita tahu. Kita perlu bertanggungjawab dalam pilihan kita, sebab itu semua akan dimintakan pertanggungjawaban kita di mahkamah Allah pada yaumil akhir nanti.

Ijinkan saya bertanya, saat kita menolak SBY dan memilih JK : sudahkah kita melakukannya—misalkan dengan — proses pengumpulan sample data,

survey, penelitian mendalam, analisa komprehensif dengan fikiran dan hati tenang-jernih tanpa emosi, pengkajian kaedah-kaedah fiqih siyasi yang diiringi shalat tahajjud, shalat istikharah dan munajat kepada Allah seperti yang dilakukan oleh Majlis Syura dan Dewan Syariah PKS? Jangan-jangan kita hanya merujuk berdasar berita dan rumor di mass media dan fikiran selintas saja? Obrolan di kantor? Apakah semua isi mass media dan imej JK yang dikarang tim suksesnya itu sesuai dengan kenyataan? Siapa yang menjamin? Dapatkah itu menyamai kualitas data, pengalaman politik dan kapasitas 99 anggota Majlis Syura? Kalaupun kita sudah melakukan itu semua, paling tinggi, itukan kita lakukan sendirian… Bisakah kapasitas dan analisa kita menyamai 99 anggota

Majlis Syura plus Dewan Syariah? Pantas saja, Allah menyuruh kita menggunakan mekanisme Syura dalam pengambilan keputusan. Ternyata, jika keputusan dibuat sendiri kelemahannya jauh lebih banyak. Tentu saja keputusan Majlis Syura bisa saja salah. Mereka bukan kumpulan malaikat dan nabi. Namun, jika Majlis Syura saja bisa salah, tentu kita yang sendirian lebih pantas untuk salah. Saya rasa, kearifan seperti ini perlu kita gunakan saat mengkritik PKS dengan keputusan-keputusan politiknya.

Keempat, mungkin ini pendapat agak asing, tapi bisa dipertanggungjawabk an. Dalam memilih pemimpin, aspek kesesuaian dengan syariah tidak hanya

didasari alasan kesalehan orang yang kita pilih. Belum tentu orang yang lebih saleh itu, pasti lebih benar dalam memimpin (ini dengan memisalkan JK lebih saleh dari SBY). Imam Ahmad berkata, ”Seorang panglima yang saleh tapi tidak mengerti perang, kesalehannya hanya untuk dirinya dan ketidaktahuannya tentang perang berakibat fatal bagi umat Islam. Tapi, seorang panglima tidak saleh yang menguasai ilmu perang, ketidaksalehannya hanya siksa untuk dirinya sementara pengetahuan perangnya jadi maslahat bagi umat Islam”. Pendapat ini didukung pula oleh Ibn Taimiyah. Menurut keduanya, bisajadi pemimpin yang kurang saleh lebih berhasil disamping pemimpin saleh tapi lemah dan tidak punya strategi (Ibn Taimiyah, al-Siyasah al-Syar’iyah, Beirut : Dar al-Afaq, 1983, cet.1, hal. 16-17). Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, akan memperkuat agama ini (meski) melalui tangan orang fajir (fajir: pelaku dosa, lawan dari saleh). (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, Bab Ghazwah Khaibar, no. 3882 dan Imam Ahmad, Musnad Abi Hurairah, hadits no. 7744).

Jadi, Imam Ahmad, Ibn Taimiyah, Imam al-Bukhari dan lain-lain telah menyimpulkan bahwa kemenangan dakwah bisa juga diperoleh melalui perantara orang-orang bukan shaleh dan fasik. Tentu, orang fajir dan fasik yang bagaimana dulu….tentu tidak boleh juga sembarangan, kan ? Dalam Sirah Nabawiyah, ada riwayat bahwa Rasulullah SAW meminta bantuan dan perlindungan pada pemimpin musyrik al-Muth’im bin ‘Adiy atau raja Kristen Najasyi, beliau juga berkoalisi dengan kabilah Khuzaah yang banyak dari mereka masih musyrik dan Rasulullah SAW berkoalisi dalam treaty dengan Yahudi kafir dalam piagam Madinah yang populer itu, atau meminta tolong pada Abdullah bin Uraiqith, penunjuk jalan yang masih musyrik saat berhijrah ke Madinah.

Meski begitu, pemimpin yang paling tepat adalah yang memiliki kesalehan dan kekuatan strategi sekaligus. Tapi, yang seperti ini menurut Ibn

Taimiyah sangat jarang. Kadang dia saleh tapi dia terhalang oleh faktor luar untuk memberikan kepemimpinan yang benar. Maka, menurut beliau, pemilihan seorang pemimpin, harus mempertimbangkan aspek sekomprehensif mungkin, bukan hanya sisi pribadi dia sendiri.
Kelima, ditakdirkan JK lebih saleh dari SBY, kita bertanya, bagaimana dengan Golkar? Saya berpendapat, salah satu keuntungan Pemilu 2009 yang

jelas adalah berhasil ”dihancurkannya’ ‘ suara partai terbesar penyokong kerusakan di Indonesia yaitu PDIP dan Golkar. Kita tidak boleh lupa. Tahun 2008 pasca fenomena PKS di DKI, Depok, Jabar dan Sumut, untuk pertamakalinya PDIP dan Golkar duduk bersama menyatakan Deklarasi Palembang untuk membendung apa yang mereka sebut bahaya sinkretisme terhadap keutuhan NKRI. Orang terkejut untuk pertamakali PDIP-Golkar bisa duduk bersama, dan ternyata kepentingannya sama-sama hendak melawan Islam. Jadi, habisnya dua partai ini di tahun 2009 adalah prestasi yang harus kita syukuri.

Dengan kemenangan SBY di Pilpres mendatang, maka ”kehancuran’ ‘ PDIP dan Golkar sebagai pilar korupsi dan mega-kejahatan Indonesia itu bisa makin ”disempurnakan’ ‘. Sebaliknya, kalau JK yang menang apa tidak mungkin Golkar mengkonsolidasikan kekuatan dan come back lagi? Saya bertanya-tanya, bagaimana kita bisa ”terbius” dengan ”kesederhanaan’ ‘ dan ”kebersahajaan’ ‘ JK-Wiranto untuk bersama-sama melupakan kejahatan

Golkar? Jangan-jangan, kita terjebak dalam strategi mafia dan jaringan kroni Golkar dan kaum anti Islam melalui siasat kampanye tim sukses mereka? Saya kira, masalah Pilpres, tidak bisa disederhanakan dalam figur JK-Wiranto saja. Ini kalau kita menyepakati Golkar lebih bahaya dari Demokrat. Demokrat relatif jauh lebih rapuh, tidak memiliki basis massa yang permanen serta hanya bergantung pada figur SBY yang sudah pasti berakhir di 2014. Demokrat tak punya basis memadai untuk menjadi kekuatan besar dan tahan lama. Demokrat hingga kini tidak punya faktor yang diandalkan selain SBY bukan?

Keenam, bisa jadi JK lebih saleh, namun nyatanya ia memiliki satu kekurangan yang cukup fatal. Dia seorang yang lemah di tubuh Golkar sendiri. Dalam Pemilu kemarin, banyak suara yang menolak JK. Dalam Golkar sampai ada empat blok, selain JK, ada Sri Sultan, Akbar Tandjung dan Fadel Muhammad. Tiga orang ini sama-sama memiliki basis massa yang kuat dan mencoba langkah-langkah politik sendiri. Terlebih lagi, Akbar Tandjung berhasil mengumpulkan banyak wakil dari daerah dalam Mukernas Golkar dan mengajak boikot JK. Di koran Tempo diserukan agar JK berintrospeksi karena tidak mampu menjaga keutuhan Golkar. Golkar, diambang perpecahan serius dimasa kepemimpinan JK. Kondisi ini sangat berbahaya. Ternyata JK tidak mampu mengendalikan partainya. Kalau JK setuju Golkar melakukan konvensi capres seperti di tahun 2004, bisa jadi dia tidak terpilih sebagai capres karena sekarangpun dukungan atas pencapresan JK dilakukan sangat terakhir. Kelemahan JK ini akan mengakibatkan orang-orang partainya bertindak semau gue dalam menjalankan pemerintahan nanti. Maka koalisi dengan JK menjadi langkah yang sangat rawan karena kelemahan JK

mengendalikan partainya. Dan kedepan, figur-figur selain JK akan menunggu untuk hadir di 2014. Ini berbeda dalam kasus Demokrat dan SBY.

Ketujuh, berbicara tentang klenik, saya kira Golkar sendiri tidak bersih dari klenik. Kita tahu, tokoh kunci Golkar yaitu Sri Sultan, mengkondisikan masyarakatnya melalui agenda keraton yang berkutat dengan kultur klenik dan khurafat yang dipelihara sistematis dan mengakar, bahkan menjadi cagar budaya. Di Batam, caleg-caleg nomor-jadi Golkar diisi orang-orang Kristen. Di Sumedang, ada caleg provinsi dari Golkar nomer jadi beragama Kristen yang dimana-mana menggunakan tambahan H didepannya supaya dikesankan Haji. Maka, kalau bisa, untuk mendukung atau menolak seorang pemimpin, sebaiknya tidak didasari oleh secuil kasus A disini dan fakta B disana sehingga yang muncul adalah fragmen yang tidak utuh karena fakta negatif bisa ada dimanapun. Kita membutuhkan informasi yang lengkap dan komprehensif.

Kedelapan, persoalannya bukan terletak pada berubah-ubahnya fatwa dan zig-zagnya suatu langkah politik. Persoalannya adalah, manakah keputusan yang benar? Langkah politik yang lempang tapi salah, tentu tidak kita inginkan. Para ulama menyepakati kaedah perubahan fatwa mengikuti

perubahan kondisi dan sebabnya.. Zig-zag dan berubah-ubah itu tidak mengapa, asalkan itu benar. Perubahan strategi politik antara 2004

dan 2009 itu tidak mengapa jika memang itu benar dan dibutuhkan. Strategi politik tahun 2004, bukanlah seperti wahyu yang tidak boleh

diubah. Saya yakin, di tahun 2014 nanti juga akan terjadi perubahan-perubahan strategi…

Masih banyak lagi alasan yang bisa diberikan mengenai mengapa tidak memilih JK. Diantaranya adalah SBY telah bersedia menerima kontrak politik

yang berisi agenda-agenda dakwah seperti masalah pembebasan Palestina dan lain-lain. Memang, kelemahan-kelemahan ini sebagian juga ada di

SBY. Namun di beberapa poin, SBY tidak seberat JK dengan Golkarnya.

Bagaimanapun SBY lebih aman dan menguntungkan untuk dipilih. Golkar memiliki tingkat bahaya yang lebih permanen dibanding Demokrat.

Meski begitu, harus diakui PKS juga punya kesalahan dan kelemahan. Selain itu, ada juga masalah teknis dan komunikasi. Makanya, saya tidak terkejut mendapati orang bingung melihat PKS masih di jalur dakwah atau bukan. Wajar, karena PKS bukan kumpulan malaikat dan nabi. Mereka adalah manusia-manusia. Adalah tidak manusiawi, jika kita tidak mau memahami kesalahan PKS. Namun, selama partai ini masih memelihara ribuan halaqah yang merumuskan dan merealisasikan berbagai agenda dakwah dan tarbawi, lebih dari satu juta kader terbina, ada agenda tatsqif, mabit dan katibah, punya Majlis Syura dan Dewan Syariah, struktur dakwah dan jamaahnya masih solid, tidak pecah dan terus bekerja, masih gegap memekikkan kata jihad, takbir dan kematian syahid, masih menangis dalam shalat malam berjamaah dan merasakan penderitaan rakyat Palestina, saya meyakini PKS tetap satu-satunya partai dakwah yang paling relevan di Indonesia . Kecuali, kalau itu semua sudah bubar dan tinggal kegiatan politiknya saja.

William Lidle, seorang Yahudi ahli Indonesia mengatakan di Metro-TV PKS adalah kekuatan Islam paling berbahaya. Baru-baru ini, terbit sebuah buku “Ilusi Negara Islam” oleh LibForAll. Disana ada Gus Dur, Musthafa Bishri dan Syafii Maarif. Isinya sangat menyudutkan PKS sebagai kaum ekstrim yang membahayakan NKRI. Di Singapore, Taufik Kiemas menyebut PKS sebagai metamorfosa kaum teroris menjadi partai yang legal. Belum lagi isu Wahabi, GAM dan lain-lain yang ditujukan pada PKS. Kaum anti Islam sedang panik melihat perkembangan Islam melalui PKS. Mereka takut fenomena Turki,

Mesir dan Palestina terjadi di Indonesia . Mereka jauh lebih takut PKS dibanding HTI, FPI, Salafy atau Majelis Mujahidin. Kenapa justru kita sebagai orang yang sadar dengan Islam malah hendak menyerang PKS?

Sudah cukup rasanya umat Islam merasakan perihnya perpecahan, kelemahan dan dikerjain orang lain. Biarlah kader-kader PKS lebih memilih suara

qiyadah dan syura mereka. Janganlah kita menambah lebih banyak lagi syubhat dan kebingungan sehingga menyebabkan perpecahan dan kelemahan.

Semoga Allah melimpahi kita dan para pemimpin Islam dengan hidayah dan rahmat. Semoga Allah memelihara langkah kita dalam istiqamah. Amin.

Wallah A’lam bis-Shawab. Wassalamualaikum

Mohon disebarkan dengan teman2 lain ……

Itulah isi email yang beredar, tanpa di kurangi sedikitpun.

Tanpaknya, menjelang pemilu, suasananya makin memanas.

Dan pada akhirnya, biarlah rakyat yang memilih. Dan semoga yang terbaiklah yang menang.

Tags: , , , , , , ,

Related posts

Ibu Prita, jangan berhenti

Filed Under (Health, Indonesia) by gedubrak on 14-06-2009

Tagged Under : , , , ,

Di akhir minggu ini saya banyak mendengar kabar bagus tentang kasus Ibu Prita. Kabar-kabar tersebut pasti akan semakin membantu agar Ibu Prita bisa di nyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Kabar pertama yang menggembirakan adalah di bebaskannya Ibu Prita dari tahanan kota. Dengan di bebaskannya Ibu Prita dari tahanan kota, Ibu Prita bisa pergi kemana saja dia mau, termaksud bekerja. Dan dia mengunakan hari pertamanya bebas dari tahanan kota dengan mengajak anak-anaknya berkeliling dengan busway.

Kabar kedua adalah di copotnya jabatan kejaksaan tinggi banten. Walaupun pihak kejaksaan mengatakan bahwa pencopotan jabatan tersebut adalah mutasi biasa, tapi tentunya kita semua tahu bahwa pencopotan tersebut berhubungan erat
dengan kasus Ibu Prita. Dan semakin menguatkan dugaan adanya kesalahan yang dilakukan oleh kejaksaan banten dalam kasus Ibu Prita.

Kabar ketiga adalah adanya tuntutan malpraktek terhadap Rs. Omni International. Semakin banyak tuntutan malpraktek terhadap Rs. Omni International tentu akan semakin membantu kasus Ibu Prita.

Bisa dibilang kebebasan Ibu Prita tinggal menunggu waktu saja. Dan akhirnya doa banyak orang akan terkabulkan.

Tapi saya harapkan agar Ibu Prita tidak berhenti disitu saja. Bila nanti Ibu Prita dinyatakan tidak bersalah, sebaiknya Ibu Prita menuntut balik Rs. Omni International dan pihak kejaksaan banten baik secara perdata maupun pidana.

Memang apa yang telah Ibu Prita derita tidak akan bisa dinilai dengan uang, tapi setidaknya itu bisa memberi pelajaran bagi siapa saja, agar tidak semena-mena lagi terhadap rakyat kecil.

Kasus Ibu Prita membuktikan bahwa rakyat kecil pun punya kekuatan, dan selama kita benar tidak ada yang perlu kita takuti.

Tags: , , , ,

Related posts

Mega-Prabowo memiliki pendukung masing-masing

Filed Under (Indonesia, Politics) by gedubrak on 12-06-2009

Tagged Under : , , , , , , , ,

Ada satu keunikan atau mungkin bisa dibilang kelebihan dari pasangan capres dan cawapres dengan no urut 1, Mega-Prabowo, yaitu ada kemungkinan, banyak pemilih yang memilih pasangan Mega-Prabowo karena sosok Prabowo itu sendiri, bukan hanya karena sosok Ibu Mega.

Hal ini berbeda untuk pasangan yang lain. Bila untuk pasangan SBY-Boediono, hampir di pastikan mereka yang memilih pasangan tersebut adalah memilih SBY, bukan karena memilih Boediono. Begitu juga untuk pasangan JK-Wiranto, hampir di pastikan mereka memilih JK, bukan memilih Wiranto. Bila ada yang memilih Wiranto, mungkin hanya sebagian kecil saja.

Tapi untuk pasangan Mega-Prabowo, baik yang memilih Ibu Mega dan yang memilih Prabowo akan hampir sama banyaknya. Ibu Mega memiliki pendukung fanatik, yang di bilang, walaupun apa yang terjadi tetap akan memilij Ibu Mega. Sedangkan Prabowo juga banyak pendukun dari kalangan petani, nelayan dan pedagan kecil. Untuk Prabowo sendiri, beliau sudah memiliki pendukung hampir sebesar 50 ribu pendukung, memang hanya setengah dari pendukung SBY yang mencapai lebih dari 100 ribu, tapi bila di gabungkan dengan pendukung Ibu Mega?

Baik Ibu Mega dan Prabowo memiliki nilai jual yang hampir sama, dan karena itulah tidak menutup kemungkinan untuk pasangan dengan nomor urut 1 tersebut akan memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden ini.

Tapi yang namanya politik, ternyata lebih bundar dari bola sepak itu sendiri, tidak bisa di duga sama sekali. Hasil akhir, hanya Tuhan yang tahu.

Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Ganyang malaysia!

Filed Under (Indonesia, International) by gedubrak on 04-06-2009

Tagged Under : , , ,

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Mungkin negara kita tidak semakmur mereka, mungkin peralatan perang kita tidak secanggih mereka, tapi bukan berarti mereka bisa menginjak-injak harga diri kita.

Bagi sebagian orang yang saya kenal, harga diri lebih tinggi dari pada hidup itu sendiri.

Lebih baik mati sebagai harimau, dari pada hidup bagaikan anjing.

Sangat disayangkan kalau pemerintah kita bersikap terlalu lunak terhadap mereka. Dengan terus-menerus mengupayakan dialog, tapi sampai kapan?

Ini bukan harga diri mereka lagi, ini adalah harga diri bangsa Indonesia.

Ada saatnya untuk berdialog, tapi apabila dialog sudah dilakukan, dan mereka masih bersikap kurang ajar kepada kita, apakah kita akan berdialog terus?

Apakah kita sudah tidak punya harga diri lagi?

Yang kita butuhkan adalah pmerintahan yang berani, yang tidak rela harga diri negara yang kita cintai ini diinjak-injak oleh orang asing.

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Tentara kita sudah lebih dari memadai untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI, walau dengan senjata usang, tapi keahlian, keberanian dan kebenaran berpihak kepada kita.

Tentara mereka banyak berlatih kepada kita, tentara mereka banyak belajar kepada kita. Mereka adalah murid-murid yang kurang ajar yang berpikir bisa mengalahkan guru mereka.

Mereka bermimpi.

Sudah saatnya kita berkata CUKUP!

Ganyang malaysia!

Tags: , , ,

Related posts

Isi email dari Ibu Prita Mulyasari yang menghebohkan

Filed Under (Health, Indonesia) by gedubrak on 03-06-2009

Tagged Under : , , , , , ,

Kasus Ibu Prita Mulyasari, yang terpaksa mendekam di dalam tahanan hanya karena “email curhat”nya beredar luas di internet sungguh sangat menyedihkan.

Bagi yang penasaran dengan isi email dari Ibu Prita Mulyasari, ini adalah isi dari email tsb, di ambil dari kompas.com.

RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF

Prita Mulyasari - suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera

Bila sekarang para elite politik ikut turun tangan atau ikut mengambil kesempatan dalam kasus ini menjelang pemilu presiden, ini adalah berkah bagi Ibu Prista Mulyasari. Semoga kebebasan segera di dapat bagi Ibu Prista Mulyasari.

Tags: , , , , , ,

Related posts

Antasari, the great conspiracy?

Filed Under (Indonesia) by gedubrak on 06-05-2009

Tagged Under : , , , , , , ,

Antasari, the man who lead the Corruption Eradication Commission (KPK) to arrest many corruptors in Indonesia that no man was able to do that before, now being charge as murder and the motive is love triangle.

He being accused to killed a prominent businessman, Nasrudin Zulkarnaen, his own informant, because he have an affair with the Zulkarnaen’s third wife.

Something is not right.

It’s hard to imagine that Antasari, a man that barely able to smile, able to play around with a young woman.

I remember, in one Indonesian most popular talk show, Kick Andy, where Antasari is one of the guest, one woman step forward to ask him a very simple thing, the woman want to see Antasari smile, and then he smiled.

He and his team able to put many high profile people behind bars, from prominent businessman, member of legislatif parliament, government officials and even member of the president family.

He have many enemies that love to see him down.

There is a conspiracy theory about the case, where Antasari and Zulkarnaen are actually working on a big case where many high profiles people are involve. Where Zulkarnaen is providing many important documents to Antasari.

But, someone knew about it, and want to shut them down. So they killed Zulkarnaen and framed Antasari for it.

A perfect plan, that involved a high ranking police officer and a prominent businessman that also involved in politics.

I’m not sure if the conspircy theory is true, but it also very logical.

I’m affraid that if Antasari going to jail, there will be no other Antasari that with courageous fight the corruptors in Indonesia, because they will be afraid that they will end up like Antasari, framed.

And no one will be dare to report the corruption case because they will be afraid that they wil end up like Zulkarnaen.

I only have as few heroes left, and Antasari is one of them.

Tags: , , , , , , ,

Related posts

Wanita atau pria yang lebih baik?

Filed Under (Indonesia) by bfebrian on 22-04-2009

Tagged Under : , ,

Apakah pria lebih baik dari wanita? Ataukah justru kebalikannnya, wanita lebih baik dari pria?

Mungkin masing-masing pihak punya pendapat masing-masing dan berjuta alasan. Dan saya juga punya pendapat sendiri, kalau wanita dan pria adalah sama pentingnya dan sederajat, tapi memiliki tugas yang berbeda.

Ada beberapa hal yang lebih baik di kerjakan oleh pria, dan ada juga beberapa hal yang lebih baik di kerjakan oleh wanita.

Saya tidak akan keberatan bila ada wanita yang menjadi tukang becak atau pria yang menjadi tukang jamu gendong.

Tapi apakah itu pantas?

Bagi saya, wanita dan pria sama pentingya dan sama derajatnya. Mereka memiliki fungsi dan tugas yang berbeda tapi saling melengkapi.

Selamat Hari Kartini.

Tags: , ,

Related posts

Golput atau tidak golput

Filed Under (Indonesia) by gedubrak on 08-04-2009

Tagged Under : , , ,

Hanya sehari menjelang pemilu, masih banyak pemilih yang bingung untuk menentukan pilihan. Tapi ada juga pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya, bahkan ada juga yang sudah mantap untuk tidak memilih alias golput.

Apakah lebih baik golput dari pada memilih kucing dalam karung?

Dengan memilih golput berarti anda melepaskan tanggungjawab anda sebagai warga negara. Dengan memilih golput maka bisa di bilang anda tidak perduli lagi dengan masa depan bangsa dan negara ini.

Bila anda memilih golput maka anda tidak bisa mengkritik jalannya pemerintahan yang baru.

Apakah semua partai politik jelek semua?

Mungkin iya mungkin tidak, tapi dari yang jelek pasti ada yang terbaik. Jadi pililah yang terbaik dari yang jelek-jelek.

Atau anda tidak berani untuk memilih?

Tidak mungkin untuk mendapatkan partai politik yang sesuai 100% dengan diri anda. Bila anda ngotot untuk memlih partai politik yang 100% cocok untuk anda, buat saja partai politik sendiri.

Memang demokrasi di Indonesia masih kacau balau, tapi paling tidak kita sedang berjalan sambil belajar.

Bayangkan bila semua warga negara memilih untuk golput, yang ada hanyalah rebutan kekuasaan dan kekacauan.

Tags: , , ,

Related posts

Rumah sakit jiwa menyambut pemilu 2009.

Filed Under (Indonesia) by gedubrak on 01-04-2009

Tagged Under : , , , , ,

Menjelang pemilu 2009 nanti, rumah sakit jiwa sudah mulai ikut mempersiapkan diri. Lho, apa hubungannya pemilu dengan rumah sakit jiwa? Ternyata rumah sakit jiwa memperkirakan akan banyak orang yang mengalami gangguan kejiwaan pasca pemilu nanti, yaitu para caleg yang tidak berhasil duduk di bangku legislatif.

Bukan rahasia lagi, kalau para caleg mengeluarkan dana puluhan, bahkan ratusan juta rupiah untuk biaya kampanye. Mereka sudah berkorban uang, pikiran dan tenaga agar mereka berhasil dipilih dan bisa duduk di bangku legislatif.

Tidak sedikit dari mereka yang meminjam uang dari kanan kiri untuk membiayai kampanye mereka. Dan ada pula dari mereka yang sampai berhenti kerja agar bisa fokus dalam pemilu ini.

Dan tentunya akan berat bagi mereka, yang sudah berkorban begitu banyak sekali, apabila gagal dalam pemilu nanti.

Tapi bukan mereka yang saya takutkan, bukan orang-orang yang gagal.

Tapi yang saya takutkan justru orang-orang yang berhasil lolos dan duduk di bangku legislatif. Yang saya takutkan adalah, apa yang akan mereka lakukan apabila mereka terpilih nanti?

Apakah mereka akan berusaha agar apa ang telah mereka korbankan, bisa mereka dapatkan kembali dan kalau bisa dengan berlipat ganda?

Apakah benar mereka akan berjuang untuk rakyat, atau justru untuk diri mereka sendiri atau partai mereka?

Kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk negeri ini.

Tags: , , , , ,

Related posts


misc


blog stats


Subscribe in a reader