Jangan Meninggalkan Generasi Yang Lemah

Pilu dan miris hati kita menyaksikannya. Kini, semakin nyata upaya sistematis dan massif untuk menghancurkan satu generasi penerus dakwah dan agama.

Siapa yang paling bertanggung jawab? Orang tua adalah pilar dan penanggung jawab utama pendidikan anak. Keluarga adalah al-Madrasah al-Uula (sekolah pertama dan utama). Orang tua khususnya Ibu adalah Guru Utama dalam mendidik anak dalam keluarga.

Keluargalah yang akan melahirkan generasi dzurriyatan dhia’fan (anak cucu yang lemah) atau sebaliknya, dzurriyatan thoyyibatan (anak cucu yang berkualitas). Untuk itu, orang tua harus bekerja keras menyiapkan jalan penghidupan yang layak.

Artinya, meninggalkan anak keturunan yang berada, bukan yang papa.
“ Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah ”.
Demikian Hadits Nabi Shalallahu a’laihiwassalam. Tapi, apakah warisan harta saja sudah cukup? Tentu saja tidak.

Kecukupan ekonomi hanyalah untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs), tapi belum bisa menyelamatkan dari keburukan dan kekesengsaraan (QS. 66:6).

Warisan yang lebih utama adalah iman (akidah yang kuat), ilmu pengetahuan, ketaatan beribadah dan akhlak karimah.

Jika demikian, jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah, yakni lemah ekonomi, iman (akidah), ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Namun, orang tua wajib mendidik anak-anaknya lebih dahulu dengan akidah yang kuat sejak dini, ketaatan dalam ibadah dan keutamaan dalam akhlak mulia. (QS. 31:13-19).

Insyaa Allah akan lahir dzurriyatan toyyibatan, yakni an-naslu al-mubaarok (keturunan yang berkah) seperti harapan Nabi Zakariya as. (QS.3:38).

Pribadi tangguh yang digambarkan Allah Subhanahu wata’ala laksana sebuah pohon yang baik (syajarotun toyyibah). Yakni, akarnya menghujam ke perut bumi (akidah), batang dahannya menjulang ke langit (ibadah yang benar) dan berbuah di setiap musim (akhlak karimah).

Keluarga yang berkualitas (khaira usrah ) akan melahirkan pribadi yang berkualitas pula (khairul bariyyah ). Insyaa Allah, Aamiin

(REPUBLIKA.CO.ID, Oleh ; Ustadz H. Hasan Basri Tanjung, MA.)

Leave a Reply