Komnas perlindungan anak dan pahlawan anak

Bila kita melihat berita-berita di tv tentang eksploitasi anak seperti ang terbaru berita tentang Ponari si dukun cilik, dan sebelumnya berita tentang perebutan anak antara artis yang sedang dalam kasus perceraian, atau tentang anak yang masih di bawah umur di nikahkan secara siri dengan orang yang lebih cocok menjadi kakeknya, selalu muncul tokoh-tokoh dari komnas perlindungan anak yang.

Mereka muncul dengan mengutarakan kepedulian mereka akan nasib anak-anak yang menurut mereka tereksploitasi baik oleh keluarga mereka sendiri atau oleh masyarakat.

Lalu bagaimana dengan anak-anak jalanan yang merupakan pemandangan sehari-hari di kota besar? Apa yang telah komnas perlindungan anak lakukan untuk mereka?

Apakah mereka kurang tereksploitasi?

Bila mereka bekerja dengan cara mengamen, berjualan, membersihkan kaca di lampu merah, tidak perduli panas maupun hujan, ancaman keselamatan dan pelecehan sexual, sementara orang tua atau pengasuh mereka hanya menunggu setoran di pinggir jalan.

Bagaimana hak mereka untuk bermain, untuk sekolah seperti anak-anak seusia mereka?

Apa yang telah komnas perlindungan anak untuk mereka?

Atau mereka hanya mengurusi kasus-kasus yang menyita perhatian publik saja, sekalian promosi kalau mereka ada dan masih kerja?

Yang saya lihat justru lebih banyak masyarakat umum yang membantu anak-anak jalanan tanpa pamrih, dan mereka tidak ada hubungan sama sekali dengan komnas perlindungan anak.

Mereka memberikan rumah aman untuk anak jalanan, mengajari mereka membaca dan menulis, memberikan pelatihan yang mungkin akan berguna kelak.

Mereka bekerja tidak untuk mencari nama atau mencari perhatian media atas pekerjaan mereka. Mereka bekerja karena mereka benar-benar perduli.

Merekalah pahlawan anak yang sesungguhnya.

by

Leave a Reply