Perceraian modern

Sekarang perceraian adalah hal yang lumrah. Ketika saya masih anak-anak perceraian adalah hal yang tabu. Sangat sedikit pasangan suami istri yang bercerai, mereka biasanya mengusahakan segala upaya agar pernikahan mereka tetap utuh. Mungkin bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk anak-anak mereka.

Tapi sekarang sudah berubah, jaman sudah berubah. Hal yang dulu tabu dilakukan sekarang sudah umum dilakukan. Pernikahan bukan lagi hal yang suci, pernikahan sudah menjadi semacam permainan belaka.
Sekarang sangat mudah untuk bercerai, berbagai macam alasan bisa dicari untuk menghalalkan perceraian, bahkan mungkin alasan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Seorang wanita menceraikan suaminya hanya karena alasan harta. Ketika suaminya kaya dan berkuasa sang wanita setia bersamanya. Tetapi ketika sang suami jatuh miskin dan tidak berkuasa lagi, maka dengan tidak malu-malu sang wanita meminta cerai, dengan alasan yang sangat egois, sang suami sudah tidak mampu lagi memberinya nafkah lahir.

Jadi sebenarnya sang wanita menikah dengan harta dan kekuasaan sang suami, bukan dengan suaminya sendiri.

Lalu dimanakah ikrar yang di agung-agungkan pada saat pernikahan?
Sampai ajal memisahkan kita?

Atau mungkin kita perlu menciptakan ikrar pernikahan baru, selama kamu kaya dan berkuasa?

Sungguh menyedihkan.

Bagaimana dengan laki-laki?

Sudah banyak contoh lelaki yang menceraikan sang istri karena wanita yang lebih muda dan lebih cantik. Sang lelaki rela untuk menceraikan sang istri yang sudah dengan setia menemani hidupnya, mendidik anak-anaknya selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun hanya karena wanita yang lebih muda dan lebih cantik.

Dunia ini semakin lama semakin membingungkan, tidak heran bila sebagian orang menganggap berbagai bencana alam yang ada belkangan ini adalah hukuman Tuhan untuk kita.

Ada saatnya nanti kita semua akan di adili akan perbuatan kita di dunia, dan kita tidak akan dapat menghindar atau menunda dari hukuman yang sudah menanti kita.

by

Leave a Reply