Acak adulnya angkutan umum di Jakarta

Terus terang saya bingung dengan kebijaksanaan pemerintah yang akan membatasi penggunaan premium dan di tambah dengan kebijaksanaan pemerintah kota Jakarta yang akan menaikan tarif parkir hingga mencapai 10 ribu perjam.

Bila kususnya di Jakarta angkutan umum sudah nyaman, aman dan murah tentunya hal tersebut tidak jadi masalah.

Para pengguna mobil kelas menengah ke bawah tidak akan sulit untuk pindah ke angkutan umum.

Tapi kenyataannya tidak.

Angkutam umum yang ada sekarang jauh dari nyaman, jauh dari aman walau mungkin sudah cukup murah.

Saya sebagai pengguna setia angkutan umum jelas merasakannya. Setiap pagi menuju ke kantor harus berdiri dan berdesakan selama 3 jam perjalanan.

Begitu juga pulangnya, walaupun dibantu dengan adanya mobil omprengan (masih isa duduk), tapi terbayang bila nanti tarif parkir naik, apakah masih ada mobil omprengan?

Bila ada yang berpikiran naik busway nyaman dan aman, berarti mereka belum pernah naik busway.

Dan terbayang lagi bila pengguna mobil pribadi kelas menengah terpaksa pindah ke angkutan umum karena tidak mampu lagi membayar BBM dan parkir.

Terbayang akan terjadinya penumpukan penumpang yang luar biasa, bahkan sekarang pun sudah luar biasa.

Cobahlah liat penumpukan penumpang ketika jam sibuk di semanggi, komdak, uki, blok m dan lebak bulus. Mereka benar-benar berlari berebut agar bisa masuk ke dalam bis. Jangankan untuk duduk, untuk bisa masuk ke dalam bis saja susah beruntung.

Terlihat betapa kurang pekanya, kurang perhatiannya pemerintah kota Jakarta terhadap golongan menengah ke bawah.

Nantinya yang bisa menikmati kendaraan pribadi hanyalah golongan atas yang masih bisa membayar BBM mahal dan biaya parkir yang tidak masuk akal.

Sedangkan sisa lainnya berimpitan bagaikan ikan sarden dalam kaleng.

Posted from WordPress for Android

by

Leave a Reply