Mutasi dan perpanjangan SIM

Saya memang sudah mengertahui kalau SIM saya sudah sudah habis masa berlakunya beberapa bulan yang lalu, tetapi karena saya sudah pindah ke kota baru dan mendapatkan KTP baru, saya jadi malas untuk mengurusnya. Karena anggapaan saya, dengan KTP baru maka SIM pun sudah tidak bisa di perpanjang, harus buat baru. Membayangkan prosedur ujian teori dan praktek yang menjemukan, membuat saya kembali menunda untuk membuat SIM baru.

Ternyata saya salah.

Ketika saya mencoba untuk membuat SIM baru dan menjelaskan kalau saya pindah kota, ternyata saya tidak perlu untuk membuat SIM baru, cukup untuk melakukan mutasi SIM dan kemudian SIM tersebut bisa di perpanjang.

Dan prosedur nya tidak sesulit yang saya kira.

Pertama yang di lakukan adalah meminta surat permohonan mutasi dari daerah asal. Melihat dari prosedurnya, yang mengajukan permohonan mutasi tidak perlu pemilik SIM, tapi bisa di wakilkan. Syarat yang diperlukan hanyalah fotocopy KTP baru dan fotocopy SIM asal. Waktu itu saya datang hari sabtu, dan disuruh datang lagi hari rabu untuk mengambil surat mutasi. Bila saya datang pada hari kerja, mungkin saja bisa langsung di proses. Karena kesibukan, saya baru bisa datang pada hari Jumat, untuk mutasi tidak di kenakan biaya, tapi saya memberikan ucapan “terimakasih” ala kadarnya dan iklas.

Dari situ saya lansung menuju polres daerah saya yang baru.

Ketika saya meletakan berkas permohonan mutasi dan perpanjangan SIM, saya di suruh untuk membuat suat keterangan sehat dulu.

Di klinik yang di tunjuk, saya di timbang dan di ukur tingginya, diperiksa tensi darah, dan test buta warna. Semua proses hanya memakan waktu 5 menit dan dikenaka biaya 15 ribu rupiah.

Kembali saya ke loket pedaftaran, berkas saya di periksa, kemudian saya mendapatkan nomor dan sebuah formulir untuk diisi, setelah mengisi formulir, saya di minta ke loket BRI untuk melakukan pembayaran. Di loket BRI tertera tarif, untuk buat baru 75 ribu, untuk perpajaang 60 ribu.

Dari loket BRI saya menuju ke loket berkas untuk menyerahkan data dan kemudian di suruh ke menunggu untuk di foto.

Dalam ruangan foto, saya di minta untuk tanda tangan, scan sidik jari jempol tangan kiri dan kanan dan kemudian di foto. (Sebaiknya menggunakan baju berwana cerah, tidak gelap).

Setelah di foto kembali saya menunggu SIM selesai di buat, saya di minta untuk membayar premi asuransi sebesar 30 ribu rupiah yang berlaku untuk 5 tahun.

Yang agak aneh di asuransi ini adalah baik SIM C dan SIM A sama-sama dikenakan biaya premi asuransi sebesar 30 ribu rupia, tapi memiliki dana pertanggungan yang berbeda. Untuk SIM C maksimal sebesar 2 juta rupiah sedang untuk SIM A maksimal sebesar 4 juta rupiah.

Sekedar tambahan, menurut keteragan polisi, bila SIM sudah mati belum 1 tahun, masih bisa di perpanjang, bila sudah lewat 1 tahun maka harus buat baru karena sudah tidak bisa di perpanjang lagi.

Jadi bila SIM anda sudah kadaluarsa, sebaiknya langsung di perpanjang, proses tidak lebih dari 3 jam (tergantung dari banyaknya antrian).

2 Comments


  1. // Reply

    tks for share, tahun depan sim minta diperbarui, dan ktp sudah pindah daerah.


  2. // Reply

    kalau mutasi ke jakarta selatan perginya ke polres jakarta selatan atau samsat daan mogot??

Leave a Reply