Kampanye negatif menjelang pemilu

,

Pemilu sudah semakin dekat, tinggal menghitung hari, dan suasana politik pun semakin memanas. Masing-masing pasangan mulai mengeluarkan jurus-jurus pamungkas agar dapat meraih dukungan dan simpati rakyat yang sebesar-besarnya. Namun sayang, jurus pamungkas yang di keluarkan justru banyak yang bersifat negatif.

Pasangan SBY-Boediyono, mulai berusaha merayu rakyat Indonesia dengan menganjurkan pemilu cukup dengan satu putaran, dengan alasan untuk menghemat biaya.

Itu adalah alasan yang bodoh.

Bahkan dengan menyindir, Prabowo mengusulkan agar tidak perlu ada pemilu, cukup di undi saja, sehingga kita tidak perlu keluar uang untuk pemilu.

Ada segala macam survey yang keabsahannya dipertanyakan. Bahkan menurut Butet Kertarajasa, hasil survey tersebut dipesan dengan harga tertentu.

Kemudian beredar surat-surat elektronik yang memojokan JK sebagai perpanjangan tangan Golkar, dan jika JK terpilih maka Golkar akan hidup lagi.

Ada lagi edaran-edaran yang bersifat sara karena menuduh istri Boediono adalah seorang non muslim. Edaran yang bersifat sara ini tentu sangat membingungkan, apalagi kemudian terbukti bahwa yang membagikan edaran tersebut adalah kader dari Partai Demokrat. Sampai sekarang tujuan dan motif dari edaran tersebut masih belum jelas.

Bila di komunitas facebook beredar group dengan nama “say no to mega” dan kemudian di balas dengan group yang lain dengan nama “say no to sby”

Apakah kampanye negatif atau black campaign ini akan terus berlangsung?

Apakah politik harus seperti ini, menghalalkan segala cara agar dapat menang?

Lalu mau kemana negeri ini?

2 Comments


  1. // Reply

    Negara indonesia yang sebesar ini memerlukan pemimpin yang besar 7xhiro hito atau lee kuan yu, tapi negara besar begini pemimpinnya kok malah berkelas lokal. kapan dipandang dunia? neg.kecil pemimpinya berjiwa besar .yang besar malah kecil. apa kata dunia…..?


  2. // Reply

    yang perlu dievaluasi serius untuk pemerintahan SBY adalah dalam hal memilih para pembantu dan para mentri . SBY saat ini salah pilih. sehingga semua instansi pemerintah bermasalah karena kepala instansi saat ini masih bergaya mafia dan preman . contoh bagian pertanahan sampai saat ini tdk berubah mental koropnya.
    dan masih banyak lagi para penegak hukiumnya yg ……

Leave a Reply