Kampanye Pemilu yang hura-hura

,

Tidak jauh beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu yang sekarang juga penuh dengan hura-hura. Di setiap kampanye, terutama di kota besar pasti di sediakan acara konser gratis, entah itu konser dangdut atau konser rock. Bahkan untuk para partisan pun disediakan souvenir gratis yang biasanya berupa kaos parpol, bahkan mungkin lebih dari sekedar kaos, dan tidak lupa titipan agar mencontreng parpol yang bersangkutan bila saatnya tiba.

Kalau kata orang Jakarta bilang “emang gue pikirin”.

Yang penting bisa nonton konser musik gratis, dapat kaos gratis, dapat makan gratis dan bahkan dapat uang gratis. Masalah apa yang akan dipilih nanti ya, terserah.

Saya jadi ingat teman saya waktu pemilu lima tahun yang lalu, dia berhasil memecahkan rekor dengan mengumpulkan 6 buah kaos dari 6 parpol yang berbeda, sementara yang lain paling hanya 3-4 parpol.

Lalu apakah kampanye model hura-hura seperti ini akan berhasil? Atau hanya membuang uang secara percuma?

Mungkin ada baiknya dana kampanye yang mencapai puluhan milyar rupiah tersebut di kumpulkan untuk keperluan yang lebih mulia, misalnya memperbaiki gedung sekolah yang sudah rusak, menambah buku-buku di perpustakaan sekolah, membuat lab komputer dan lab bahasa, dan masih banyak lagi.

Dari pada sekedar menghadirkan artis dangdut untuk bergoyang erotis di depan masa dari segala usia.

Masyarakat sekarang tidaklah bodoh dan tidak mudah untuk di bodohi.

Untuk melakukan kampanye, para caleg DPR dan DPRD harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Bila mereka rela mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah agar mereka terpilih menjadi anggota DPR dan DPRD yang terhormat, lalu apa yang akan mereka lakukan agar ‘modal’ mereka bisa kembali? Dengan berlipat ganda tentunya.

Mungkin ada benarnya ucapan seorang permadi di tv one, pilihlah caleg atau parpol yang tidak mengiklankan diri.

by

Leave a Reply