Posts Tagged ‘parpol’

Golput atau tidak golput

Wednesday, April 8th, 2009

Hanya sehari menjelang pemilu, masih banyak pemilih yang bingung untuk menentukan pilihan. Tapi ada juga pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya, bahkan ada juga yang sudah mantap untuk tidak memilih alias golput.

Apakah lebih baik golput dari pada memilih kucing dalam karung?

Dengan memilih golput berarti anda melepaskan tanggungjawab anda sebagai warga negara. Dengan memilih golput maka bisa di bilang anda tidak perduli lagi dengan masa depan bangsa dan negara ini.

Bila anda memilih golput maka anda tidak bisa mengkritik jalannya pemerintahan yang baru.

Apakah semua partai politik jelek semua?

Mungkin iya mungkin tidak, tapi dari yang jelek pasti ada yang terbaik. Jadi pililah yang terbaik dari yang jelek-jelek.

Atau anda tidak berani untuk memilih?

Tidak mungkin untuk mendapatkan partai politik yang sesuai 100% dengan diri anda. Bila anda ngotot untuk memlih partai politik yang 100% cocok untuk anda, buat saja partai politik sendiri.

Memang demokrasi di Indonesia masih kacau balau, tapi paling tidak kita sedang berjalan sambil belajar.

Bayangkan bila semua warga negara memilih untuk golput, yang ada hanyalah rebutan kekuasaan dan kekacauan.

Popularity: 1% [?]

Tags: , , ,

Rumah sakit jiwa menyambut pemilu 2009.

Wednesday, April 1st, 2009

Menjelang pemilu 2009 nanti, rumah sakit jiwa sudah mulai ikut mempersiapkan diri. Lho, apa hubungannya pemilu dengan rumah sakit jiwa? Ternyata rumah sakit jiwa memperkirakan akan banyak orang yang mengalami gangguan kejiwaan pasca pemilu nanti, yaitu para caleg yang tidak berhasil duduk di bangku legislatif.

Bukan rahasia lagi, kalau para caleg mengeluarkan dana puluhan, bahkan ratusan juta rupiah untuk biaya kampanye. Mereka sudah berkorban uang, pikiran dan tenaga agar mereka berhasil dipilih dan bisa duduk di bangku legislatif.

Tidak sedikit dari mereka yang meminjam uang dari kanan kiri untuk membiayai kampanye mereka. Dan ada pula dari mereka yang sampai berhenti kerja agar bisa fokus dalam pemilu ini.

Dan tentunya akan berat bagi mereka, yang sudah berkorban begitu banyak sekali, apabila gagal dalam pemilu nanti.

Tapi bukan mereka yang saya takutkan, bukan orang-orang yang gagal.

Tapi yang saya takutkan justru orang-orang yang berhasil lolos dan duduk di bangku legislatif. Yang saya takutkan adalah, apa yang akan mereka lakukan apabila mereka terpilih nanti?

Apakah mereka akan berusaha agar apa ang telah mereka korbankan, bisa mereka dapatkan kembali dan kalau bisa dengan berlipat ganda?

Apakah benar mereka akan berjuang untuk rakyat, atau justru untuk diri mereka sendiri atau partai mereka?

Kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk negeri ini.

Popularity: 1% [?]

Tags: , , , , ,

Kampanye Pemilu yang hura-hura

Sunday, March 22nd, 2009

Tidak jauh beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu yang sekarang juga penuh dengan hura-hura. Di setiap kampanye, terutama di kota besar pasti di sediakan acara konser gratis, entah itu konser dangdut atau konser rock. Bahkan untuk para partisan pun disediakan souvenir gratis yang biasanya berupa kaos parpol, bahkan mungkin lebih dari sekedar kaos, dan tidak lupa titipan agar mencontreng parpol yang bersangkutan bila saatnya tiba.

Kalau kata orang Jakarta bilang “emang gue pikirin”.

Yang penting bisa nonton konser musik gratis, dapat kaos gratis, dapat makan gratis dan bahkan dapat uang gratis. Masalah apa yang akan dipilih nanti ya, terserah.

Saya jadi ingat teman saya waktu pemilu lima tahun yang lalu, dia berhasil memecahkan rekor dengan mengumpulkan 6 buah kaos dari 6 parpol yang berbeda, sementara yang lain paling hanya 3-4 parpol.

Lalu apakah kampanye model hura-hura seperti ini akan berhasil? Atau hanya membuang uang secara percuma?

Mungkin ada baiknya dana kampanye yang mencapai puluhan milyar rupiah tersebut di kumpulkan untuk keperluan yang lebih mulia, misalnya memperbaiki gedung sekolah yang sudah rusak, menambah buku-buku di perpustakaan sekolah, membuat lab komputer dan lab bahasa, dan masih banyak lagi.

Dari pada sekedar menghadirkan artis dangdut untuk bergoyang erotis di depan masa dari segala usia.

Masyarakat sekarang tidaklah bodoh dan tidak mudah untuk di bodohi.

Untuk melakukan kampanye, para caleg DPR dan DPRD harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Bila mereka rela mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah agar mereka terpilih menjadi anggota DPR dan DPRD yang terhormat, lalu apa yang akan mereka lakukan agar ‘modal’ mereka bisa kembali? Dengan berlipat ganda tentunya.

Mungkin ada benarnya ucapan seorang permadi di tv one, pilihlah caleg atau parpol yang tidak mengiklankan diri.

Popularity: 1% [?]

Tags: , , , ,