Isi email dari Ibu Prita Mulyasari yang menghebohkan

Kasus Ibu Prita Mulyasari, yang terpaksa mendekam di dalam tahanan hanya karena “email curhat”nya beredar luas di internet sungguh sangat menyedihkan.

Bagi yang penasaran dengan isi email dari Ibu Prita Mulyasari, ini adalah isi dari email tsb, di ambil dari kompas.com.

RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF

Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera

Bila sekarang para elite politik ikut turun tangan atau ikut mengambil kesempatan dalam kasus ini menjelang pemilu presiden, ini adalah berkah bagi Ibu Prista Mulyasari. Semoga kebebasan segera di dapat bagi Ibu Prista Mulyasari.

View more posts from this author
163 thoughts on “Isi email dari Ibu Prita Mulyasari yang menghebohkan
  1. gue

    eh menurut saya sih kalo laboratorium trombosit 27000 itu kan urusannya analis kesehatan yang membuat dengan alat hemolisis ya biasanya sih ada buktinya… terus apa mungkin rs internasional masih pake alat mikroskop.. dihitung satu satu… tolong IDI jangan bela yang bayar

     
    Reply
  2. hamba alloh

    Kasihan ibu pitra, udah jadi korban eh malah masuk tahanan, apa sih salahnya koq orang curhat ditangkep???????????????????…………………..

     
    Reply
  3. hamba alloh

    ntar bukan orang curhat aja yang ditangkep, orang melamun aja mungkin bisa dipenjara…………….

     
    Reply
  4. gedubrak

    untung saja, untung saja kejadian yg menimpa Ibu Prita terjadi menjelang pemilihan presiden, sehingga mendadak banyak elite politik yang ikut turun tangan membantu Ibu Prita.
    Barusan dengar kabar kalau Ibu Prita sudah tidak di tahan lagi, tetapi statusnya menjadi tahanan kota. Minimal dia bisa bersama keluarga sambil menunggu proses hukum berlangsung.
    Semoga yang terbaik untuk Ibu Prita, yaitu bebas dari semua tuduhan.

     
    Reply
  5. cuantik

    yaa,memang sudah saatnya kita back to Allah,back to islam,back to natur,kalo belum kepepet,jangan ke rumah sakit dulu,minum madu,herbal n berbekam

     
    Reply
  6. Orgil

    Barusan di TVONE dibahas kasusnya bu Prita. Kesimpulan akhir, katanya UUnya ga salah, tp intepretasinya yg salah.

    Pihak yg pro bu Prita (saya kurang jelas nama & perannya) mengatakan kalo yg namanya curhat itu tdk bisa dijadikan dasar tuntutan hukum, asalkan tidak menyimpang dari kenyataan. Kalo bu Prita bilang RS Omni pembohong atau penipu, itu tidak termasuk pencemaran nama baik melainkan hanya OPINI. Yg bisa dikategorikan pencemaran nama baik itu, kalo tulisan bu Prita menyimpang dari fakta.

    Sebaliknya, si pengacara RS Omni tetep kekeh bilang kalo tulisan pembohong & penipu itu sdh termasuk kategori pencemaran nama baik.

    Dlm hal ini, rasanya bu Prita msh blm cukup gila utk memfitnah sebuah institusi internasional. Dari tulisan beliau, kata2nya yg tersusun rapi & santun, bolehlah qta simpulkan kalo beliau ini cukup terdidik & tahu tata krama.

    Selain kata2 pembohong & penipu yg cm skedar letupan emosional sesaat, tulisan bu Prita bukan lagi skedar curhat tpi bisa dikatakan pernyataan kronologis suatu peristiwa. Fakta. Kenyataan yg memang terjadi & dialami sendiri oleh beliau. Sayangnya, sptnya tulisan bu Prita kurang didukung bukti (tulisan, kesaksian & alat bukti lainnya). Bisa qta maklumi krn biar bgmpun beliau hanya rakyat kecil yg tdk ada akses utk mendptkannya. Apalagi, kalo baca tulisannya beliau, sptnya akses utk ksana memang diblokir.

    Saya salut kpd RS Omni yg bgitu mendengar berita ini, scepat kilat langsung menggebrak dgn melakukan penuntutan bahkan sblm sidang dimulai, bu Prita sdh ditahan. “Kerjasama” RS Omni dgn Kejaksaan jg patut qta acungi jempol. Mestinya saat ini mereka sdh mengamankan diri (dgn menghancurkan BB, mungkin. Buktinya bu Prita tdk blh minta hasil tes lab-nya. Bahkan RS Omni bersedia mencabut gugatan asalkan bu Prita tdk memaksa meminta hsl tes lab ini. Ada apa ini?)

    Saya dgr bsok beliau sidang. Apapun keputusannya, mudah2an itu adalah keputusan dari hasil renungan logis dan hati nurani yg dalam. Sebab jika tidak, palu keadilan dari Sang Maha Pengadil akan menimpa kepala para pendzalim ini dalam bentuk adzab yg teramat pedih.

    Selamat atas kebebasan anda bu Prita. Smoga sukses.

     
    Reply
  7. cung

    saya cuman berharap aparat bisa bedakan mana kasus berat dan tidak jadi tidak main tahan orang aja kan kasian ibu Prita.Dan jangan lupa pelajari lagi tu KUHP ………

     
    Reply
  8. Melisa

    Wow…..dari isi email yang saya baca ini,apa sih yang membuat Ibu Frita memncemarkan nama baik RS Omni??
    Ini keterlaluan sekali,khususnya bagi pihak penegak hukum (polisi) sebagai penyidik utama,dimana letak tindak pidana nya “pencemaran nama baik”?? Tolong pihak kepolisian yang lebih profesional dalam hal ini,kalau tidak mau di cap “ada sesuatu”,tunjukan kebenaran yang baik, jangan main pake pasal2 segala.
    Kalau melihat kasus ini,saya jadi teringat kasus seorang karyawan PT. Panarub,yang dijebloskan juga oleh pihak kepolisian Polres Tangerang,karena kasus demo di pabrik mereka.Tolong sekali jangan sampai ketidakprofesional ini terulang lagi oleh pihak Polres Tangerang.Kembali lagi kasus ibu Frita,sebenarnya kasus seperti ini banyak sekali di alami oleh orang-orang di Tangerang yang berobat di RS Omni,hanya kebetulan saja mereka tidak mengekpos ke publik,tetapi bukan rahasia lagi kalau RS ini tidak baik,dari dulu-pun banyak orang sudah tahu,termasuk saya.Jadi,sory-sory saja kalau mau berobat ke sana,namanya saja keren dan ada di perumahan elite Alam Sutera Serpong tangerang,tapi pelayanannya tidak profesional.
    Kesimpulannya : RS Omni sudah membuka aibnya sendiri ke publik,sehingga hasilnya RS Omni sendiri akan rugi sendiri.Kalau masih ada yang mau berobat kesana,mungkin saja orang tersebut buta huruf tidak bisa baca.
    Dari Email Ibu Frita ini,segera saran saya ke Polisi tanpa harus diminta dari pihak ibu Frita,segera usut balik RS Omni (berikut dokter2) yang telah menangani Ibu Frita,karena jelas sekali ada indikasi MALPRAKTEK.

     
    Reply
  9. jefri

    Anak saya di bulan agustus 2008 terkena ¶enyakit dgn gejala yang sama.
    Hasil akhir memang terkena penyakit yang tidak dikenali yg disebabkan suaut virus yg belum dikenali.
    Bahasanya prita virus udara.
    Menurut saya ini masalah mendasar pemahaman masyarakat kita yg dangkal soal kesehatan :
    1. Masyarakat berpikir bahwa dokter dan rumah sakit pasti membawa kesembuhan seringkali dianggap dewa.
    Menurut saya setelah membaca banyak literatur kesehatan luar negeri, dokter dan rumah sakit bukan segalanya.
    Diluar tubuh kita ada jutaan bahkan milyaran virus dan bakteri. Yang siap menginvasi tubuh kita dan membuat sakit.
    sistem imun tubuh kita akan melawan invasi tersebut dan umumnya akan terjadi demam.
    Ketika sistem imun kita lebih lemah dr para virus maka seluruh sistem tubuh kita akan shutdown.
    Pernah liat org dgn trombosit 27000 ?
    Biasanya sih sdh di ICU dgn perut kembung, tangan bengkak dstnya.
    Melihat emailnya prita, menurut saya prita tdk dlm kondisi trombosit 27000. Jadi wajar saja para dokter bilang data tersebut tidak valid dan perlu cek ulang.
    Apa sih tugas dokter dan rumah sakit ?
    Tugas dokter mendiagnosa ( bisa salah- krn itu mrk minta anda tanda tangan utk tidak menuntut) penyakit, dgn diagnosa mrk akan memberikan berbagai pengobatan sesuai dugaan tsb. Jika benar. Pasien akan sembuh, jika salah maka harus diagnosa ulang lagi hingga benar.
    Apakah memang coba-coba ? Ya betul sekali..
    Kenapa ? Krn ada banyak virus yg tidak dikenali yang gak mungkin sekali tebak pasti ketangkap tuh virus.
    kenapa harus opname ? Biasanya kondisi fisik demam tinggi or dehidrasi. Dalam kondisi prita demam tinggi, sudah masuk syarat opname.
    Tugas rumah sakit menyediakan alat penunjajg kehidupan spt infud dan lain sebagainya.
    Dokter dan rumah sakit menyediakan segala fasilitas yg dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri.
    Nah, probelm utama sih menurut saya di komunikasi.
    Dokter indonesia memang paling malas menjelaskan masalah kesehatan kepada para pasiennya.
    Saya pun sering kali mengalaminya. Pusingnya para dokter indonesia adalah ketidakmengertian masyarakat tentang penyakit or kesehatan itu sendiri, akhirnya mereka pilih diam saja. Dan para suster pun disuruh diam.
    Bagaimana saya mengakalinya ?
    Coba bertanya dgn santun, katakan jangan lakukan apapun tanpa persetujuan, jika anda tidak mengerti bertanyalah pada teman or internet. Jangan menuduh dokter or suster melakukan sesuatu yg merugikan anda. Masalahnya diluar sana virus semakin menggila.
    Kok jadi panjang begini ??
    Pemshaman yg salah lainnya
    Silahkan deh cari di buku sehat itu murah krangan hendrwan nadesul,
    Satu buku bagus lain berjudul “air”
    Masih banyak lagi deh..cari saja di gramedia..

     
    Reply
  10. rahendra

    kasihan ibu Prita…
    Ayo semuanya kita dukung Ibu Prita..!!!
    bukankah negara ini tidak melarang rakyatnya untuk berpendapat???
    apalagi ini menyangkut dengan pembelaan diri dan kebutuhan orang banyak.
    mudah-mudahan hukum & kekuasaan di negara ini tidak semena2 kepada rakyat kecil.

     
    Reply
  11. Aguy

    seharusnya pihak rumah sakit mempunyai sedikit…aja hati nurani, dimana ibu prita inikan seorang ibu yang mempunyai balita yang sangat memerlukan asi ibu, masyaalloh….hanya sebuah email harus mengorbankan balita yang sangat membutuhkan asi ibunya,ya udah mudah – mudah semoga kasus ini cepat selesai ya, yg sabar ya bu prita….

     
    Reply
  12. v-lix

    Dasar monyet !! orang mau curhat dan mengungkapkan keluhan malah jadi pesakitan di tahanan !! UU ITE telah dimainkan dan tidak pada porsinya !!

    Kalau begini semua keluhan yang masuk ke YLKI sekalian aja dipenjara semua !! emang monyetttt !!! Sebagai praktisi IT gw sangat malu untuk pembuat UU ITE dan para jaksa yang otak udang !!

     
    Reply
  13. anonim

    Aneh dan nyata….atao memang merasa banyak duit atau apa (OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL) seakan-akan nggak merasa salah dan menganggap case ini bukan mal praktek sampai-sampai m’psita saja langsung dijebloskan ke LP (MAIN DUIT kayak nya ni yah antara oknum RS dengan oknum POLICANG)………..SEMOGA ALLAH memberikan ketabahan buat m’prista………….

     
    Reply
  14. wijoyo

    Saya prihatin dengan masalah yg menimpa ibu Prita,kebanyakan dokter dan rumah sakit memang keterlaluan,kadang2 mereka jg hrs kerja sama untuk mendapatkan uang dengan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan yg justru seharusnya mereka emban,bukannya beritikad baik terhadap pasien malah mengutamakan bagaimana cara untuk mendatangkan uang,jika mereka kepergok dengan uang pula mereka membela demi jatidiri seolah tak bersalah sampai harus memenjarakan pasien yang dikecewakannya,semoga ibu Prita diberikan limpahan berkat dan rahmat atas perbuatan merekam

     
    Reply
  15. cobra

    jamannya emang udah lain. banyak dokter yang lupa pada etika kedokteran. mereka hanya mencari keuntungan pribadi. mengembalikan uang yang mereka habiskan buat mencari titel dokter. Buat ibu Prita dan suami jgn takut dan jangan mundur. anda benar. banyak orang akan membela anda. anda tidak bersalah. kalo gak ada yg berani seperti anda, kasus2 seperti ini gak akan pernah terbongkar. dengan adanya hal ini mudah2an gak ada lagi uji coba pasien. kita ini manusia bukan kelinci percobaan………God Bless U All….

     
    Reply
  16. DH

    Indonesia ini makin kebelakang saja…benar kata pepatah “orang miskin dan rakyat kecil dilarang sakit”. sampai kapan kita ditindas dinegara sendiri. SEMOGA IBU PRITA BISA SABAR UNTUK MENGHADAPI INI SEMUA, karena hanya itu yang bisa kita lakukan sebagai rakyat kecil “bersabar+ berusaha” SEMOGA MENANG YACH BU, KAMI MENDUKUNG MU

     
    Reply
  17. SN

    Embel-embel INTERNASIONAL rumah sakit tolong dicek lagi deh, apa embel2 itu dibeli, cuma sekedar gaya2an, atau emang sekedar nama doang?

     
    Reply
  18. bambang

    Sebenarnya yang berhak menuntut itu ibu prita karena sudah dibohongi oleh dr H , koko ini malah sebaliknya, ibu prita yang dituntut, aneh…………….

     
    Reply
  19. riyantoko

    RS Omni seharusnya berterima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Bu Prita, yang sudah berani menyampaikan kekurangan-kekurangan pelayanan, sebagai masukan positip untuk peningkatan pelayanan. RS Omni jangan merasa sudah mempunyai nama baik sehingga merasa dicemarkan. Masukan Bu Prita adalah keluhan pasien, masukan yang harus didengar untuk meningkatkan nama baik.

     
    Reply
  20. MINE

    Wooow ….. pingin banget komentar, tapi ntar dipenjara nih …… serem amat ya …. dimana hati ….. bekerjalah dengan hati say ………………..

     
    Reply
  21. rudy r.s

    masih berjuta-juta kisah2 seperti ibu prita yg tdk di-posting,terutama yg menyangkut rankyat kecil,semoga makin bnyk rakyat indonesia yg berani seperti ibu prita,semoga pengadilan dpt mengungkap kasus ini dng fair,karena selama ini dlm sejarah indonesia belum pernah ada RS besar yg dicabut ijinnya karena malpraktek.

     
    Reply
  22. Ham

    Kalau tulisan B. Prita yang “jujur” dan oang kota serta berpendidikan tinggi aja bisa mengakibatkan hal yang tragis, apalagi kalau orang awam yang menulis bahasanya tidak karuan jadi apa ya… . Ucapkan benar kalau benar jangan pasang gengsi. Mudahlah memaafkan.
    Insya Allah akan ada kedamaian.

     
    Reply
  23. pangeran Cinta

    Duh,benar-benar dunia sudah hilang rasa cintanya…
    masa Curhat aja ditangkep…
    RS itu g bagus berarti,masa seperti itu aja ditahan sampe pengadilan.malah g boleh ketemu ama keluarganya…duh sudah hilang rasa cintanya…katanya Rumah Sakit dimana orang bisa sembuh karena rasa cinta sesama manusia antara dokter dan pasien…duh kasian deh elo Dokter

     
    Reply
  24. ria

    semoga kejadian Ibu Prita tidak terulang diRS lainnya, kejadian ini merupakan Instropeksi bagi kalangan Medis untuk berhati2 dalam menangani nyawa manusia

     
    Reply
  25. mang darminz

    tidak sepatutnya seorang dokter yang pintar dan telah mengenyam pendidikan tinggi,,, melakukan hal yang menimpa ibu prita …
    semoga dalam sidang pertamanya hari ini ( 4 june 2009 ) ibu prita mendapatkan keadilan yang seadil adil nya ….

     
    Reply
  26. Boo'eh

    Mungkin selama ini seorang dokter merasa lebih pintar dan lebih banyak duit yang berpengaruh pada karakter mereka sehingga yang lain dianggap masyarakat bodoh dan urusan kesehatan adalah bagaimana mereka, dikala ada orang yang ingin tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi pada mereka sang dokter ini merasa ini orang “cerewet” dan tersinggung sehingga dengan arogansinya kadang menghardik pasien2 nya. Ironis memang kalau melihat apa yang terjadi dengan Ibu Prita ini, itulah sikap dan sifat kolonialisme di kita masih melekat kuat. Jadi apakah bisa lebih baikkah pelayanan publik kedepannya ? Semoga Ibu mendapat keadilan yang sesungguhnya, Allah tidak tidur bu…yakinlah, Amien

     
    Reply
  27. wong cilik

    hih! gemes banget aku sm itu oknum dokter2, pingin njitak aja rasanya.

    buat Bu Prita, semoga diberi kesabaran dan keteguhan dan semuannya baik-baik. amin

     
    Reply
  28. teguhkan hatimu...

    Pasal2 yg menjerat ibu Prita adalah Sanksi2 hukumannya melebihi sanksi2 pasal2 produk kolonial..Ini harus DiGANTI !!!!!! Karena tidak adanya kebebasan menyuarakan KEBENARAN,Perlindungan terhadap kaum yang Lemah..Arogansi Pihak Rumah Sakit OMNI Internasional Yg tidak mau di Kritik,Di KOMPLAIN (dimana utk Usaha dibidang JASA Komplain & Kritik adalah Hal yang Biasa)Tp Sepertinya Pihak RS.OMNI lebih mementingkan “Nama Baik” yang ujung-ujungnya bertujuan pada Profit…dan penyelesaian masalah dengan memanfaatkan Kesalahan ibu Prita pasal2 kolonial tadi.Manajemen RS.OMNI,Kepolisian,Kejaksaan Banten dimana Hati Nurani & Cara2 Damai(Musyawarah Untuk mufakat)sebagai identitas warganegara Indonesia?

     
    Reply
  29. guest_151

    waduh..
    mungkin kata yang tepat buat RS OMNI itu “bangsat”
    takut ketauan belangnya kalie.. haha..

     
    Reply
  30. hubbie30

    Wahhh. kasian sekali ibu Prita…
    Knp gak kasih tau aja sih oknum2 yg berbuat demikian itu? supaya diberhentikan ijin DOKTER nya!!
    Gak PANTES jadi DOKTER!!!!!

     
    Reply
  31. MJ

    Saya prihatin sekali dengan keadaan ibu Prita. Pihak RS seharusnya memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan…selain itu dokter seharusnya menempatkan pasien sebagai mitra sejajar sehingga pasien berhak mengetahui apa yang diberikan kepadanya, kondisi apa yang menimpanya, dan bagaimana perkembangan penyakitnya.

    Saya tetap percaya bahwa tidak semua dokter seperti ini. Saya tetap percaya bahwa yang melakukan ini terhadap ibu Prita adalah oknum yang arogan dan tidak peduli terhadap pasien. Saya percaya masih ada dokter2 lain yang lebih baik dalam bertindak dan menangani pasien…

     
    Reply
  32. erwin

    GAX BENER TUH>>>>RUMAH SAKIT OM NI…namanya aja rumah sakit OM NI alias OMONG NIAN….kt orang jkt c omong doang…….cuma duit nya aja yg diambil dr pasien

     
    Reply
  33. evysophia

    Sy ikut priharin dg nasib ibu Prita, apapun alasan Rs OMNI, tdk sepatutnya beliu ditahan. Ibu prita hanya menceritakan apa yang dia alami tanpa ada unsur Fitnah, jk Rs OMNI mau, cukup minta maaf pada ibu Prita atas pelayanan yg kurang memuaskan & dikemudian hari meningkatkan pelayanan shg kasus ini tidak terulang. Kalo sdh begini yang rugi RS OMNI sendiri karena kebanyakan orang bersimpati sm ibu Prita, itu berarti Orang akan berpikir kembali kalo mau berobat ke Rs. OMNI………………..

     
    Reply
  34. ajeng

    ko kebalik sieh, ko malah ibu Prita yg ditahan, harusnya kan dokter H n Kroninya itu. gimana sih, ??? perlu dituntut itu…..

     
    Reply
  35. ajeng

    buat aparat hukum indonesia, Tolong lebih jeli dalam mengambil keputusan… anda mestinya bisa tahu dalam kasus ini siapa yg salah, siapa yg benar…?

    masa yang ditangkap korban? bukannyaPelakunya….
    apa hukum udah Berubah???

     
    Reply
  36. farsyandy

    ampun deh dr isi suratnya sih bnr2 emg curhat kok gak ada yg aneh untuk digugat.. plis deh RS Omni, kok RS Int sembarangan gugat org sih.. setelah kasus ini makin jelek aja kan kredibilitas nama anda…. ckckckck

     
    Reply
  37. Gedubrak

    Ternyata email dari Ibu Prita pertama kali masuk ke suara pembaca di detik.com
    http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif

    Mengapa baru ribut sekarang ya?

    Ayo bagi pemilik akun FB ikut bergabung dengan the cause untuk mendukun Ibu Prita, walaupun ibu Prita sudah keluar dari tahanan, tapi proses hukum masih berlangsung, ibu Prita masih butuh dukungan dari kita semua.
    http://apps.facebook.com/causes/290597/63547087

     
    Reply
  38. Pengagum Dokter

    Saya orang awam jadi bingung surat Curhat kayak begini bisa membawa kita masuk penjara.Apa Pihak RS dan Dokter yang merasa dirugikan namanya itu tidak bisa menjawab dengan tulisan juga kemedia E-mail.Adu argument dong,apalagi kalian orang2 pendidikan/sarjana2.Kalau hanya sebegini saja isi surat email yang ditulis ibu Prita menyebabkannya bisa masuk penjara,negara Hukum apakah kita ini???Jika memainkan kekuatan hukum dengan nama besar kalian alangkah naifnya.Kalian bisa anggap aja bahwa ibu Prita ini manusia yang punya penyakit kejiwaan,kan kalian para dokter mengenal berbagai macam penyakit.Jangan diambil jalan kekerasan,karena dokter itu adalah manusia manusia mulia yang baktinya adalah menyehatkan manusia lain yang sakit,bukan menyakiti.

     
    Reply
  39. henri

    memang luar biasa negri ini. hari gini nangkep orang tanpa alasan yang jelas.. jaksanya harus di usut tuh .. paling enggak dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya ..

     
    Reply
  40. onie

    Sungguh sangat disayangkan…hanya karena ulah beberapa oknum,profesi dokter yang seyogyanya mulia di hadapan manusia dan tuhan menjadi ternoda.Dan lebih disayangkan lagi,saat ini sudah terlalu banyak dokter yang lebih mementingkan segi komersilnya saja jika dibandingkan pengabdiannya sebagai dokter.benarkah sumpah jabatannya omong kosong belaka?Semoga tidak…..

     
    Reply
  41. ucup

    gila ,gmna mo maju INDONESIA kl ky begini crny .Bu prita mestiny Sewa Iblis yg Nmny LAMIA bwt ngebales perbuatan rmh skt yg TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

     
    Reply
  42. crepo

    ya iyalah, biaya kulaih kedokteran kan mahalllllll, jadi yah setelah jadi dokter terus nyari-2 proyek gitu deh.
    Coba cermatin trend melahirkan bayi, jaman sekarang sesar jadi trend kan? karena apa? biayanya nyedoooot abis. kualitas dokter kita sangat diragukan. mangkanya baiay kulaihnya turunin dong, sehingga yang jadi dokter adalah orang yang bener-2 pinter & punya hati, bukannya karena punya uang trus kuliah kedokteran. yah begini jadinya, gwe jadi tatut mau priksa PANU, padahal gatel banget nih … hayang ngagaplok

     
    Reply
  43. dee

    Kalo dibaca dari email Ibu Prita ini, rasanya memang ini curhat yang dia tulis karena kejengkelan dan kekecewaannya atas perlakuan yang dia terima sebagai pasien. Berarti sama seperti kalo kita curhat soal pacar atau keluarga. Jadi sebenarnya tindakan yang diambil oleh RS Omni malah semakin menunjukkan kalo ada ‘sesuatu’ yang dirahasiakan, dan apabila sampai bocor akan mengakibatkan kredibilitas RS ini terancam.
    Data History Kesehatan (Medical Record) adalah hak asasi setiap pasien, jadi sebenarnya tidak salah kalo Bu Prita menuntut itu, dan seharusnya pihak RS harus memberikan data yang sebenarnya dan bukan menutupinya, jadi kalau ditutupi sedemikian rupa dan mempersulit akses pasien, berarti dia sendiri juga sudah menyalahi aturan dan esensi dari fungsi Medical Record itu sendiri.
    Dan aparat penegak hukum yang terhormat seharusnya juga lebih teliti dalam menterjemahkan isi dari suatu Undang-Undang agar tidak merugikan orang lain.

    Hmmm….kayaknya sekarang paling aman curhat di Diary alias Buku Harian aja yak…^_^V

     
    Reply
  44. bons

    hati – hati kita nimbrung ngomong aja bisa dipenjara dengan dalih pencemaran nama baik,wah ini sih lebih -lebih dari jaman suharto donk ya…

     
    Reply
  45. bons

    tapi sepengetahuan aku rata-rata rumah sakit di Indonesia kan geto…duit dulu tapi setelah itu juga belum tentu sembuh,udah lain kali ke alternatif aja bu..lagian sama – sama gak ada jaminan sembuh kok

     
    Reply
  46. bona

    wah ini sih lebih – lebih dari jaman orba …sepertinya Suharto bangkit dari kubur,buktinya akhir2 ini sudah banyak yg melupakan dosa2 masa lalu …bahkan mantan menantu dan kaki tangannya pun mencalonkan diri jadi org no 1 dan 2 negri yg udah porak poranda begini,ya Tuhan hamba hanya bisa prihatin

     
    Reply
  47. abimayu

    Jangan Takut Ibu saya….. ada dibelakang .yang benar harus ..ditegakkan, kasihan kalau orang-orang kecil, coba kalau masalah ini menimpa kita, mau ngadu ke siapa ???

     
    Reply
  48. kafeforex

    Sepertinya bukan salah ibu prita kalau dia curhat dan merupakan tindakan berlebihan dari pihak rumah sakit jika merasa dirugikan..! krn jelas ibu prita yang dirugikan…..

     
    Reply
  49. sar

    mudah-mudahan ibu Prita diberi kesabaran menghadapi cobaan ini.Pihak2 yg dholim semoga diberi balasan yg setimpal

     
    Reply
  50. Penegak Keadilan

    Kepada para penegak hukum berlakulah Profesional, Netral dan Santun. Kemana lagi masyarakat harus mengadu jikalau penegak hukum sendiri tidak bisa melihat substansi masalah, kemudian bertindak adil. Bukankah sudah sering di katakan oleh para penegak hukum ” mari kita tegakkan hukum”. Ah yang benarrr. Hanya kepada Allah sajalah kita harus berserah diri, semoga mereka2 yang zolim cepat di beri azab.

     
    Reply
  51. nandar

    yang sabar ibu prita, Allah Swt bersama anda…,Biar Allah Swt yang membalas semua keburukan dokter2 dajal yang ada di RS Omni…

     
    Reply
  52. gw murka

    Gila!!! Apakah sudah dekat ke kiamat??? Malah orang yang bersalah memenjarakan orang yang dirugikan. Seharusnyalah Bu prita lah yang menuntut ata pencemaran nama baik , perbuatan tidak menyenangkan karena diperlakukan semenamena oleh managemen & dokter nya.
    Jangan lupa Bu Prita minta ganti rugi atas biaya-biaya yang sudah dibayarkan selama dirawat d RS Omni, karena bukan semakin sehat malah tambah sakit , juga ganti rugi atas perlakuan yang tidak menyenangkan karena menyebabkan ibu menelantarkan anak-anak yang masih bayi , meninggalkan kewajiban sebagai istri, kehilangan kenyamanan dalam menjalani hidup yang tidak bisa dinilai dengan uang berapapun.

     
    Reply
  53. yansiregar

    Kalo baca suratnya Ibu Prita, memang benar-benar RS Omni ini keterlaluan, sudah bersalah …… tapi malah menjebloskan orang ke penjara. Harusnya di jawab aja dengan yang baik, tidak perlu main ke polisi. Kalo udah begini urusan akan panjang….. , saya hanya berdo’a semoga RS Omni bangkrut and tutup, tidak ada pasien…. and dokter yang bersalah di hukum yang setimpal, amin

     
    Reply
  54. shinbad

    bener juga yang mestinya d tangkap dr. H bukan ibu pritax ! tpi tdk menutup kemungkinan sudah banyak yang terjadi sperti. ibu prita qt titip doa

     
    Reply
  55. HEN

    TRIMA KASIH BU PRITA 90%RS DI INDONESIA SEPERTI ITU ……….
    JADI KALO GUA SAKIT SAYA BIASANYA DI OBATIN NENEK YG PUNYA KEAHLIAN SEBAGAI DUKUN ……….TANPA BAHAN KIMIA DAN TANPA LATIHAN BAGI CALON PERWAT JUGA TANPA UNTUK RISET CALON DOKTER……LEBIH MANJUR LOH SEPERTI PONARI GITU LOH….

     
    Reply
  56. pembenci OMNI

    apa-apaan rumah sakit kok kaya’ gitu. katanya sih internasional. nyatanya kaya’ rumah sakit yang betul-betul ndeso yang make bo’ong-bo’ongan segala yang sudah pasti udah ngerugiin banyak orang.

     
    Reply
  57. PARAH BANGETZ

    OMNI HOSPITAL Merupakan RS. berkelas Dunia
    Tapi melihat cerita bu. Prita kayanya Pelayanan Omni Hospital PARAH BANGET…
    Kalo mau Uji Coba jangan ke Manusia DONK Tapi Ke Hewan..
    Kalo Mau kemanusia silahkan anda sendiri sebagai dokter diuji oleh ilmu anda yang g jelas..KATANYA DOKTER PROFESIONAL …Ko AMATIR !!!!!
    ASLI PARAH DOKTER OMNI HOSPITAL!!!!
    WALOPUN GRATIS TIDAK MAU BEROBAT DI OMNI HOSPITAL..NANTI BUKANNYA SEMBUH DIPENJARA LAGI !!!!!!!!!!!!!!!! IH TAKUUUUT

     
    Reply
  58. freddi ahmad

    ‘marilah kita sama2 bertanya kepada hati nurani kita masing2,sama seperti kita,orang lainpun tidak ingin susah dan menderita,kenapa kita menjadi tega…kenapa,ingatlah akan malaikat Izroil,hari pengadilan,yaumilhisab….”

     
    Reply
  59. dennis

    Bu,prita tetap semangat yach kita smua dukung ibu ko…sebenernya ibu ngk salah..masa cuma gitu doank langsung ditangkap..pdahal banyak ko orang-orang yang curhat media seperti ini tapi ngk ditangkep..emang aneh tugh rumah sakit..katanya international tapi ko malah kaya rumah sakit murahan….bukannya minta maaf ke apa ke malah jeblosin orang kepenjara…..aneh banget igh…sebenernya yang nora itu siapa sih…
    bukannya dokternya yang ditangkap malah bu prita…jangan-jangan dokternya ngk lulus lagi dr sekolahnya dulu….Rumah sakit International ko gitu sigh…..berarti kl keluarganya ada yang mati gara2 mal praktek dirumah sakit itu berarti ngk boleh ngadu donkk..bujuk dagh…

    Tetap semangat yach bu prita…kita smua dukung ibu dan doakan ibu kooo………

     
    Reply
  60. rony hutahaean SH

    apabila kita mengacu pada kronologis ataw kejadian yang dialami ibu frita. ya sugguh tragis. dan hal itu juga bukan rahasia lg tp sudah sering terjadi.memang terkadang orang yang berkuasa dan yang punya nama tidak mau menerima kritikan ataw saran dari pihak lain. merasa dia yang paling hebat dan merasa paling benar. untuk mengenai malpraktk memang terkadang kita klo menuntut rumahsakit hasilnya gigit jari alias tidak ada hasil atw pait2nya kita dituntut balik karena pencemaran nama baik. kenapa hal ini terjadi karena perangkat hukum kita belum mampu menyentuh hingga sampai pada standar rumah sakit yang kita pake. contohnya yang dialami ibu frita, jika itu kita tuntut dokternya maka sudah pasti jawabanya adalah bahwa itu sudah sesuai dengan rekamedis dari rumah sakit. dan apabila ada kelalaian maka pada saat itu juga pihak managemen mengeluarka semacam surat yang menyatakan semua sudah sesuai dengan prosedur kedokterna. maka hasil dari perjuangan kita nol. dan wajar hingga sampai sekarang ini kasus malpraktek belum ada yang cukup memuaskan bagi korban.

     
    Reply
  61. rony hutahaean SH

    apabila kita mengacu pada kronologis ataw kejadian yang dialami ibu frita. ya sugguh tragis. dan hal itu juga bukan rahasia lg tp sudah sering terjadi.memang terkadang orang yang berkuasa dan yang punya nama tidak mau menerima kritikan ataw saran dari pihak lain. merasa dia yang paling hebat dan merasa paling benar. untuk mengenai malpraktk memang terkadang kita klo menuntut rumahsakit hasilnya gigit jari alias tidak ada hasil atw pait2nya kita dituntut balik karena pencemaran nama baik. kenapa hal ini terjadi karena perangkat hukum kita belum mampu menyentuh hingga sampai pada standar rumah sakit yang kita pake. contohnya yang dialami ibu frita, jika itu kita tuntut dokternya maka sudah pasti jawabanya adalah bahwa itu sudah sesuai dengan rekamedis dari rumah sakit. dan apabila ada kelalaian maka pada saat itu juga pihak managemen mengeluarka semacam surat yang menyatakan semua sudah sesuai dengan prosedur kedokterna. maka hasil dari perjuangan kita nol. dan wajar hingga sampai sekarang ini kasus malpraktek belum ada yang cukup memuaskan bagi korban. demikian pendapat dari saya

     
    Reply
  62. Ady Wirawan

    Seharusnya Management RS Omni International juga ikut ditahan .. kenapa harus Ibu Prita yang ditahan … Wah wah wah bagaimana nih dengan perlakuan hukum di Indonesia?

     
    Reply
  63. dins

    banyak dokter yang tidak sadar dan merasa sangat tinggi kehormatannya … MERASA DIRI …., sehingga menganggap pasien sebagai pesakitan yang bodoh, lebih rendah derajatnya, dan gampang dibohongi…..yang benar aja Dok….. kembalilah pada YANG ASLINYA saja….dokter butuh pasien dan pasien butuh dokter…..

    Dok ….
    orang yang PALING TERHORMAT, BUKAN ANDA
    orang yang PALING KAYA, BUKAN ANDA
    orang yang PALING PINTAR, BUKAN ANDA
    orang yang PALING BERKEDUDUKAN, BUKAN ANDA
    orang yang PALING HEBAT, BUKAN ANDA
    orang yang PALING DIBUTUHKAN, BUKAN ANDA

    Tidak ada YANG PALING …..
    YANG ADA KITA SALING MEMBUTUHKAN SATU-SAMA LAIN.

    OKE …………?

     
    Reply
  64. omdin

    Ya allah alhamdulillah bu prita sudah bebas,nah begitulaj jika norma agama,sosial di tinggalkan pada salah kaprah dalam berpolah duh indonesia..bobrok

     
    Reply
  65. izza

    jangan salahkan sipir penjara jika nanti kerepotan ngurusi tahanan.karena yang nulis komen n ngedukung mbak prit juga bakal kena pasal:berjamaah ngedukung nurani adalah kriminal!!! ha ha..termasuk yang baca n nulis ini! parah!

     
    Reply
  66. lagilonian

    Mestinya kan pihak OMNI pakai hak jawab sesuai dengan UU Pers..bukannya seperti preman aja main hantam… payah….

     
    Reply
  67. altavista

    Kalo yang benar tapi dinyatakan salah maka siap2lah mereka akan menerima balasa di kemudian hari.

    Buat para penjahat HUKUM KARMA ITU BERLAKU DI DUNIA INI!!!!

    JIKA KALIAN TIDAK SADAR MAKA KALIAN TIDAK LEBIH BAIK DARI BINATANG!!!

    oleh karena itu untuk MARILAH KITA SAMA2 SALING MENGINGATKAN KALO TUHAN ITU MAHA MENGETAHUI N MAHA MENYAYANGI…

    JANGANLAH KITA TENGGELAM BEGITU DALAM DI ZAMAN KALIYUGA INI…

     
    Reply
  68. sabar

    kasus yang terjadi pada ibu prita pasti banyak dialami oleh pasien-pasien lain. sepertinya, mungkin semua dokter sudah di doktrin untuk tidak punya hati nurani. mereka kadang melakukan percobaan atau mengobati pasien asal-asalan dan tidak profesional. terutama pada pasien miskin atau yang tidak mampu bayar ‘cash’. Rumah sakit di indonesia banyak didirikan untuk tujuan bisnis (iya sih tapi ya jangan gitu amat lah). dokternya banyak menjadikan pasien (terutama yang ‘miskin’) sebagai ajang observasi. mau sembuh atau mati mereka anggap itu takdir pasien…(nah lho..) Jadi klo berobat atau rawat inap ke dokter atau RS harus hati-hati supaya tidak menjadi pasien seperti ibu prita. ya setidaknya ada usaha preventive lah..sbagai pasien kita juga harus profesional supaya tidak di bohongi.. Seperti yang pernah dikatakan salah seorang presiden terdahulu.., “dokter di indonesia kualitasnya masih kurang baik…”. so….berobat keluar negri bagi yang mampu.., bagi yang tidak mampu…??? semoga dokter-dokter malas dan “nakal” di indonesia menjadi insyaf..karena azab kenakalan mereka akan kembali pada mereka suatu saat kelak… bagi dokter-dokter omni hospital ‘internasional’ dan dokter-dokter di indonesia…profesional lah…!!

     
    Reply
  69. syawal

    turut prihatin atas kejadian yang menimpa ibu prita semoga selalu tetap sabar dan tabah menghadapinya

     
    Reply
  70. pecut

    rekan-rekan mahasiswa, para elit politik, ini ada ‘wong cilik’ yang seringkali kalian atas namakan untuk demo atau untuk kampanye…Tunjukkan keberpihakan kalian, kerahkan masa kalian, beri moral shock untuk mereka. Dukung perjuangan Bu Prita, karena ini masalah kebenaran yang diungkapkan oleh beliau. Jangan mlempem, datangi RS OMni

     
    Reply
  71. indra

    baru kali ini dokter menuntut pasien biasanya pasien yang menunutut dokter.saya yang juga sebagai seorang dokter(bukan dr spesialis),mohonmaaf sebelumnya kepada teman sejawat(di dunia medis dikenal istilah teman sejawat bila sesama dokter memanggil).sepengetahuan saya diagnosa demam berdarah itu bila ada perdarahan artinya meskipun andai benar trombositnya hanya 27000 diagnosanya tidak demam berdarah tapi demam dengue dan ini memang menjadi kontroversi,kalaupun didiagnosa demam berdarah terapinya/pengobatannya hanya
    pengaturan cairan(infus) dan anti panas.sehingga jadi pertanyannya saya kenapa banyak sutikan /ampulan yang diberikan kepada pasien.Beberapa bulan yang lalu saya juga merawat pasien DD(demam dengue) yang kebetulan dikonsulkan ke sejawat profesor(beliaunya disertasinya dulu juga tentang DBD) terapi dari beliau juga hanya infus saja .Tapi terlepas dari itu semua pasti ada pertimbangan dari sejawat yang menangani Ny Prita yang tentunya bisa beliau pertanggungjawabkan,karena saya tidak menangani sendiri pasiennya.semoga peristiwa menjadi pelajaran baik untuk pasien dan teman sejawat dokter

     
    Reply
  72. WAFI

    kemana lagi kita orang indonesia menyandarkan diri dari ketidak berdayaan, kalau nafsu iblis menguasai hampir-hampir orang yang punya kedudukan dan kekuasaan. mereka diberi mandat tapi malah dengan amanah yang diberikan mereka seperti iblis yang diberi senjata yang menandingi kuasa Tuhan. LINDUNGI KAMI YANG YA ALLAH DINEGERI INI, CURAHKAN KESADARAN DAN BERI KAMI KEMAMPUAN MELIHAT ORANG-ORANG JAHAT DISEKELILING KAMI, TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS,YAITU JALAN ORANG-ORANG YANG TELAH ENGKAU BERI NIKMAT KEPADA MEREKA; BUKAN JALAN MEREKA YANG DIMURKAI DAN BUKAN PULA JALAN MEREKA YANG SESAT. AMIIN

     
    Reply
  73. Bali

    Saya sempat membaca keluhan email Ibu prita dan itu memang kesalahan Dokter yg merawat dan Pihak rumah sakit juga yg tidak bisa memberikan penjelasan ke pada pasien..
    mari kita luruskan supaya tidak trejadi semacam ini lagi ,masak orang curhat di penjara …
    Hukum indonesia kok begini yeahh
    Ngak habis pikir nih..

     
    Reply
  74. Malik

    Kayaknya ada kongkalikong nih antara aparat kepolisian-rs omni-kejaksaan! Akhirnya ibu pritalah yg jadi tumbalnya. Smg bu prita diberi kesabaran dan keikhlasan oleh-Nya sehingga bisa melewati cobaan ini. Dan untuk pihak2 yg sdh menzholimi bu prita moga diberi hidayah agar menyadari kesalahannya. Btw,ikut komentar ditahan jg nggak? Kalo gitu, kaaabuuur!!!

     
    Reply
  75. aroel

    percuma hukum sekarang udah nggk berguna
    sekarang siapa yang punya uang dia yang menang yang miskin harus siap di mainin…

     
    Reply
  76. furry

    dimana letak pencemaran nama baik,bukankah itu hanya jurhat atas ketidakpuasan fasilitas rumah sakit
    kenapa malah ibu prita yang dipenjara
    seharusnya dokter yang melakukan malpraktek itu dong, ibu prita kan hanya korban,,,
    jikalau dia berkeluh kesah wajar…..
    seharusnya bu prita yang menuntut ganti rugi
    bagaimana kalau itu brujung pada kematian
    nyawa menjadi taruhannya
    memangnya nyawa manusia bisa diganti dengan hati ayam atau kambing
    lalu kalau sudah terjadi (hilangnya nyawa)
    bisakah semuanya kembali
    tentu tidak kan…..

    ini benar2 tidak adil untuknya
    apa karna hanya rakyat biasa,kebenarannya terkalahkan oleh uang….
    kebenaran akan menang
    bukankah setiap warga negara punya hak dan kebebasan mengeluarkan pendapat, jika itu benar dan fakta
    kenapa mesti mengelak,dan mengapa jadi begitu sangat diprumit
    Allah slalu bersama orang2 yang benar…
    sabarlah bu…..

     
    Reply
  77. Mmmmmmmmmm.....

    Kasus ibu prita mudah2an bisa menjadi sampel untuk populasi kasus yang banyak terjadi.
    Saya hanya mengharapkan peran aktif dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), karena ada pepatah lama mengatakan “gara2 nira setitik rusak susu sebalanga”
    Jangan sampai hal ini menjadi pemicu dan pembenaran akan opini publik bahwa “dokter” di Indonesia tidak memiliki kredibilitas dan kompetensi yang cukup.

    Trims

     
    Reply
  78. bambang

    tolong komentarku kemarin dihapus saja, anggap saja saya tidak komentar, mohon maaf kepada semuanya, trim’s

     
    Reply
  79. CakraAnjas

    woahh. Postingnya Sungguh Luar biasa aq sebgai orang IT sangat Prihati dengan dipkainya UU TI itu, perlu direvisi untuk membuat UU dengan Menyaring yang negatif tanpa mengurangi yang positifnya. masa depan anak-anak bangsa dikuatirkan akan jauh dari IT dan GAptek (Gagap Teknologi) dari Judulnya saja E-mail masuk Penjara” ihh Serem kata generasi Muda. Omset untuk Warnet otomatis berkurang dong…

    Pemerintah harus tegas menyikapi Permasalahan ini… Jaksa Polisi dan OMNI kayaknya perlu diperiksa deh…Mari kita Dukung terus…Ibu Prita …Hidup Ibu Prita…..Semangat…

     
    Reply
  80. Tamrin S.

    Bagaimana kalau nama Rumah Sakit diganti aja menjadi Rumah Sehat, dengan nama yg baik itu akan timbul aura positip, pelayanan dan informasi yg diberikan pun positip, pasien pun akan merespon positip. Sehingga apapun yg dilakukan akan berdampak baik karena semua awalnya sudah berpikiran positip.
    Saya yakin pasien akan cepat sembuh, karena dia ditempat yg benar (Rumah Sehat) bukan di rumah sakit yg justru membuat orang makin sakit.

    Salam,
    Tamrin S.

     
    Reply
  81. warga kuwait

    sebenarnya ibu prita cuma mengeluarkan uneg2 nya. bukannya mencemarkan nama baik. kalo dia mau mencemarkan nama baik pasti dah di sebutin tuh nama dokter nya. biar skalian smua orang tau. sabar ya bu prita kita semua orang indo yang ada di kuwait mendukung anda. go bu prita go!

     
    Reply
  82. rakha

    ituu.. bukan salah ny bu prita,ko’ malah bu prita yg digugat , shrsny y bu prita yg guat RS Omni krn itu emang malpraktek kan seharusny yg salah itu yg kena …
    emang nasional lebih weeedannn dr pada internasionall…
    !!!!

     
    Reply
  83. hok hie

    salam
    saya selipkan dulu sebuah syair lagu emha ainun najib, maaf mas emha . . . :
    ya ampun lalimnya manusia
    ya ampun bebalnya peguasa
    ya ampun tuli telinganya
    ya ampun buta hatinya
    ya allah ayub kan hamba
    ya allah lebarkan dada
    ya allah luaskan jiwa
    ya ampun curang putusannya
    ya ampun seenak udelnya
    ya ampun bengkak ambisinya
    ya ampun pusing rakyatnya
    ya ampun buta hatinya
    ya ampun gelap pandangannya
    ya ampun bodoh ilmunya
    ya ampun rendah budinya
    ya allah ibrahimkan hamba pinjamkan kapak paduka
    ya allah makarlah pada mereka
    ya ampun lumpuh hukumnya tetapi angkuh sikapnya
    ya ampun remeh karakternya
    ya ampun kerdil mentalnya
    ya allah daudkan hamba pinjamkan seruling paduka
    ya allah lantunkan puisi cinta
    hati ku tak tega memandang wajah mereka
    seharusnya disapa tapi diacuhkan saja
    teguhkan hatinya agar bersabar dalam derita
    ya allah temanilah mereka
    hati ku tak tega melihat nasib mereka
    seharusnya dihibur tetapi disiksa
    ya allah musa kan hamba pinjamkan tongkat paduka
    ya allah untuk membelah samudera
    hati ku tak tega mendengar suara mereka
    seharusnya dipikul tetapi dihina
    sungguh tidak tega tumpahlah seluruh cinta
    mati hidup hamba untuk tangis mereka
    ya allah muhammadkan hamba taburkanlah syafaatnya
    ya allah agar terkuak rahasia surga

    wah,saya jadi terharu dengan kisah bu prita dan saya sangat salut dengan keberanian beliau, semoga beliau bisa menjadi ayub dengan kesabaran yang beliau miliki dan mendapatkan keadilan di negeri antah berantah ini.

    ya mungkin dengan berkaca dari berbagai masalah yang dinegeri ini, banyak sekali hal yang dihitung dengan ukuran uang, tak terkecuali dengan kasus yang menimpa beliau. tak ada yang mau menerima aspirasi beliau yang notabenenya adalah sebuah kritik yang harusnya disikapi dengan bijak oleh OMNI yang katanya RS berstandart Internasional… atau emang bener syair dibawah ini ;

    jaman wis akhir langite peteng
    atine kafir uripe ngleneng
    duh gusti allah adakah sisa kasih sayang mu
    hamba celaka hamba durhaka tidak terkira
    dimanakah hamba sembunyi dari murka Mu
    selain dalam tak terbatasnya cinta kasih Mu

    jaman wis akhir banjire bandang
    sing mburi mungkir, sing ngarep edan

    mungkin inilah isi hati dari bu prita, dia juga ingin menguak bahwa setiap sesuatu pasti akan ada akibatnya, termasuk keberanian beliau untuk mendapatkan keadilan ini.
    sekarang yang menjadi sebuah tanya dalam hati dan sebagai sebuah perbandingan saja, ibu prita yang masih belum jelas bersalah kenapa sudah divonis penjara sekian tahun, sedangkan yang sudah jelas2 melakukan pelanggaran hukuman hanya sepele, ambil salah satu contoh koruptor. jadi pertanyaan saya sepele, “HUKUM MACAM APA YANG DITERAPKAN DI INDONESIA ? ”
    semoga kesabaran ayub bisa menjadikan ibu prita lebih sabar, kapak paduka ibrahim, tongkat paduka musa dan seruling paduka daud bisa menjadi sebuah “alat” untuk membuka mata semua pihak yang masih “punya HATI NURANI’ termasuk para pemimpin kita. amin

    sebagai catatan : kasus ini tidak hanya terjadi pada RS OMNI, tetapi juga banyak RS yang melakukan hal tersebut, pelayanan yang kurang memadai padahal biaya yang dikeluarkan sangat mahal…ini menjadi tugas DEPARTEMEN KESEHATAN dan MENTRI KESEHATAN untuk melakukan sebuah EVALUASI.
    semoga keadilan dapat tercapai….
    dan semoga bu prita mendapatkan keadilan

     
    Reply
  84. hok hie

    SEBAGAI CATATAN :
    KESALAHAN PERLAKUAN PADA BU PRITA, MAKA HILANGLAH KEPERCAYAAN RAKYAT PADA HUKUM DI INDONESIA, DAN MUNGKIN PADA PEMIMPIN JUGA

     
    Reply
  85. Rana Sebuai

    Kepada Ibu Prita,
    saya turut prihatin atas apa yang telah ibu alami di Rs Omni (Yang mengklaim bahwa Rumah Sakit tersebut Rumah Sakit yang berkelas Internasional) dan saya sangat berterima kasih atas informasi yang ibu berikan karena ini sangat berguna bagi calon pasien lainnya untuk memilih rumah sakit dimana dia akan dirawat dan Dokter siapa yg akan memeriksanya. ini merupakan TEGURAN / PERINGATAN kepada para Dokter, agar mengHARGAI NYAWA MANUSIA(Pasiennya). karena yang dibutuhkan oleh pasien adalah Jasa, keikhlasan, keterbukaan, kejujuran, kebenaran, dan cara menghargai pasiennya (bukan sebagai bahan percobaan/mempraktekkan ilmu kedokterannya. karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab menjadi seorang DOKTER.

     
    Reply
  86. ro2

    inilah akibatnya kalo kesehatan di komersialisasi…yang mampu berobat jadi kenal mal praktek, yang ga mampu (miskin) jadi ga mampu berobat..ada pepatah : lebih enak orang kaya sakit daripada orang miskin sakit (karena kalo orang kaya bisa berobat ke luar negeri karena RS di sana lebih professional)

     
    Reply
  87. veri

    untuk ibu Prita, sabar ya…. Allah sedang menguji kesabaran ibu. dan kepada publik yang membaca kasus ini agar bisa mengambil hikmah dibalik semua ini. jangan asal percaya pada dokter, tapi percayalah pada Allah. karena Dia yang memberi penyakit dan Dia juga yang menyembuhkan. dan pada para Dokter agar lebih serius lagi dalam menganalisa penyakit yang ada pada diri pasien. semoga Allah selalu melindungi kita semua. Amiin…Amiiin

     
    Reply
  88. jumpbee

    gitu lah klo jadi dokter bayar mahal,,langsung cari balik modal. da gitu kualitasnya parah. kapan siy pemerintah menertibkan yang macam ini?

     
    Reply
  89. gedubrak

    Masih banyak dokter-dokter yang bertanggung jawab terhadap profesinya dan masyarakat.
    Hanya karena beberapa oknum dokter yang tidak bertanggung jawab, membuat kita tidak percaya lagi dengan dokter.

    Mungkin sudah saatnya kita lebih kritis, dan semoga pengalaman Ibu Prita bisa menjadi pelajaran buat kita dan buat kalangan kedokteran.

     
    Reply
  90. orang awam

    Insya Allah setelah memabaca email ibu Prita saya dan keluarga nggak bakalan pergi berobat ke RS tersebut

     
    Reply
  91. paijo

    SEKARANG KAN LAGI TREND GUGAT MENGGUGAT KRN PENCEMARAN NAMA BAIK. JADI IKUT2AN TUH RS OMNI, IKUT2AN KAYA ANDY SORAYA MELAWAN KEKET.

    PESEN AJA NICH BUAT PENEGAK HUKUM:JGN MENAHAN SESEORANG TANPA BUKTI2 YANG AKURAT,BIARIN AJA DULU DIRUMAH SAMPAI DAPAT BUKTI2 YANG JELAS, KASIAN KAN MASYARAKAT YG DI GUGAT, KALAU DEAL NYA TERNYATA TIDAK BERSALAH …..EH SAMPAI BERMINGGU2 ISTIRAHAT DI BUI.NGGA ADIL TAU!

     
    Reply
  92. hmmmlagi mikir

    bu prita…..tulisannya bagus sekali…..kata-katanya seperti penulis…….detail dan akurat.
    saranku buat memoar bu…….biar lebih spektakuler lagi. jadi makin gelagapan tuh Omni……

     
    Reply
  93. SUHE

    SEPERTINYA BANYAK YANG SENASIB DG IBU PRITA, TAPI MEREKA GA PUNYA NYALI UNTUK KOMPLAIN KARENA TAKUT DIPENJARA…. MUNGKIN DEMOKRASI DI INDONESIA ITU SEPERTI INI,, JIKA ADA YG PROTES SIAP2 DIPENJARA…

     
    Reply
  94. Xp

    Omni international cuma tinggal nunggu kok…. maksudnya nunggu tutup kali..ye…
    dah gakusah banyak2 ntar dipenjara kan repot..

     
    Reply
  95. Sony anwari husni

    semoga tabah menghadapi cobaan, semoga bukan hanya kasus ibu prita saja yg diangkat.
    banyak kasus laen yg membungkam kebebasan berpendapat.

     
    Reply
  96. yopi

    tuntut balik dong bu prita, ibu sudah dirugikan kesehatan dipenjara lagi, penjarakan balik satu2 dokter yang tidak bertanggung jwb itu biar mereka rasakan bgmn rasanya mendekam dipenjara

     
    Reply
  97. orang tadak

    rs omni itu rumah sakit umum atau rumah sakit gila ya.dua duanya kayaknya gk masuk deh.org gila msuk rs omni aja blm tentu mau

     
    Reply
  98. dank ghee braigs Gerlonk

    O M N I is……..
    Omong besar Tapi kurang Profesional
    Manusia/pasien jadi obyeknya(sasaran)
    Nyawa orang buat percobaan dan keserakahan(siga dokter teu boga nyawa wae euy)
    Itulah gambaran RS (medis) dan Hukum dibumi pertiwi

     
    Reply
  99. arini

    aduh, ibu sabar ya..pengalaman ibu jadi pelajaran buat yang lain, trus nantinya qta mesti berobat dimana kalo RS di Indonesia banyak yg melakukan malpraktek….jadi parno dech…

     
    Reply
  100. cya

    hmmm hmm kalo curhat duank di penjara….banyak dunk yg di penjara…..tuh yg tulis surat keluhan (surat pembaca) di surat kabar kan sama aja artinya ama curhatnya Ibu Prita…ga skalian di penjara???

    Hukum yg aneh!!!

     
    Reply
  101. andya

    Smoga bu prita diberi kesabaran karena telah mempertahankan haknya dan diberi kekuatan untuk tetap menegakkan kebenaran.

     
    Reply
  102. lucky pangaribuan

    sebenernya bu prita mulyasari tuh sok tahu aj dan gak ngerti apa maksudnya pengen nyari sensasi dan kalau mau ngomong sprti itu harusnya ngomong terang-terangan di rumah sakit “Omni Internasional” kalau kg mau kan ad coustemer service,klau begeto bsa kna pasal berlapis(pencemaran nama baik,dll) dan pihak rumah sakitpun berhak untuk menjatuhkan hukuman penjara dan ke pihak pengadilan…………………………..

     
    Reply
  103. qs

    baru saja saya dapat info dari teman, tulisannya gini:

    detikcom – Jumat, Juni 5Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengaku pihaknya tidak ada urusan dengan kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni International. Sebab, RS Omni merupakan RS swasta, sehingga dia tidak bisa menjewernya.

    “RS Omni itu swasta, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya tidak bisa menjewer, saya tidak tahu,” kata Siti saat ditanya pers mengenai kasus Prita Mulyasari ketika meresmikan Posko Kesehatan Pesantren Nurul Huda, Jalan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (04/06/2009).

    Siti mengatakan kasus itu bukan kasus pelayanan, melainkan kasus pencemaran nama baik. “Saya tidak tahu. Kasus itu bukan kasus pelayanan kesehatan. Itu kasus pencemaran nama baik. Kalau ada pelayanan kesehatan tidak baik, ada jalannya, bukan dilemparkan ke blogger,” kata Siti saat ditanya soal kelanjutan kasus tersebut.

    Siti juga menyarankan kalau ada persoalan kasus pelayanan kesehatan, harus disampaikan pada jalurnya bukan ke tempat yang tidak semestinya. “Menurut saya kalau ada keluhan terhadap pelayanan kesehatan, jangan melapor ke tempat yang tidak semestinya. Kalau melapor ya ke kepala dinas kesehatan. Gunakan jalur-jalur yang benar,” pinta dia.

    bagaimana menurut teman-teman?kalau menurut saya ya boleh boleh saja curhat ke blog.

     
    Reply
  104. Dr syaraf

    Membaca email mbak prita, ternyata banyak kasus serupa yg tdk dipublikasikan untuk para dokter RS OMNI kalo untuk melakukan percobaan kenapa harus manusia, bkn kepada hewan, jika ini terjadi pada anda, mungkin hal yg sama akan anda lakukan… Jangan menafkahi keluarga anda dari hasil kebohongan!! emang dasar…
    Atau karena titel anda didpt bkn dr kecerdasan tp dr kebohongan menipu… Ingat smua pekerjaan anda akan dipertanggung-jawabkan kelak. Bertobatlah … Untuk mbak prita bersabarlah krn kebenaran akan terungkap.. Kami mendukungmu..

     
    Reply
  105. iril

    bu yang sabar yah,karena menurut saya apa yang dilakukan omni itu adlh suatu kesalah ap lagi rumah sakit tersebut telah mencemarkan nama rumah sakitnya sendiri. karena yang namanya rumah sakit apa bila ada pasien yang kompelain seharus diterima dng baik,baik itu secara lisan maupun tulisan dan menurut saya juga bahwa rumah sakit itu telah melanggar HAM.dan seharusnya terkena pasal yang yang bersakutan dengan HAM.pokokny amaju ibu prita

     
    Reply
  106. chairil

    saya dukung ibu prita karena apa yang dilakukan rumah sakit OMNI adlh sutu tindakan membuka aib dirinya sendiri & menurut saya rumah sakit OMNI telah melanggar HAM karena apa yang dilakukan ibu prita adlh berluh kesah yang mana keluh kesah tersebut adlh keluh kesah yang nyata bukan yan fiktif oke coyo ibu prita

     
    Reply
  107. Hamdani

    Akui saja bahwa ada kesalahan prosedur dalam mendiagnosa penyakit Ibu Prita. IDI jangan tinggal diam. segera bentuk tim utk menyelidiki keluhan Ibu Prita itu. Mana ada RS dan Dokter yang mau disalahkan atas tangung jawab mereka. Di negara Kita, Indonesia. Dokter yg seharusya bekerja sesuai dengan kode etik sebenarnya banyak melanggar. Dokter seperti Dewa. Seenaknya memberikan resep obat, tanpa menjelaskan utk apa obat tersebut. Dan kalo ditanya cenderung diam. Sebaiknya Pemerintah perlu belajar kepada Negara China bagaimana memberlakukan dan membuat aturan yg tegas kepada Dokter. Jangan mentang-mentang dia bisa mengobati lantas berbuat semaunya sesuai dengan kepentingan bisbis. Yaaa Dokter skrg dokter bisnis. HATI-HATI NANTI BANYAK YG PINDAH KE DUKUN, SINSANG, PENGOBATAN ALTERNATIF. NGGAK DAPET JOB. HEHHHEHHEH

     
    Reply
  108. zanudin

    semoga pasien yang ingin berobat melek hatinya untuk tidak berobat di RS tersebut,walaupun dgn status internasional,tapi dokternya masih meragukan alias coba2

     
    Reply
  109. gedubrak

    sebelumnya saya minta maaf, karena ada beberapa komentar yang terpaksa tidak saya approve.
    komentar yang kasar da menghujat, serta komentar yg mengajak kita untuk berdoa agar keluarga dokter yg bersangkutan terkena musibah.
    saya rasa keluarga dokter tsb tidak ada hubungannya dengan tindakan dokter tsb.
    semoga kasus ini dapat terselesaikan denga baik dan adil.

     
    Reply
  110. stefanus sukrisno widodo

    Saya merasa prihatin dengan kasus Rs Omni dan Prita. Ada hal yang menjadi pelajaran dari kasus ini. Sebuah kedewasaan dalam berkomunikasi. Saya melihat Rs. Omni belum mampu berkomunikasi dengan baik dengan memberikan sebuah penjelasan yang memadai dalam pemaparan catatan kesehatan pasien. Tetapi, juga menarik bahwa Saudari Prita dikenai tuduhan mencemarkan nama naik karena beliau belum meredaksikan tatanan kalimat dalam surat elektroniknya. Tata kalimat memungkinkan seseorang akan dikenai tuduhan dengan mencemarkan nama baik, saya mengambil contoh : RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. Mari kita duduk bersama kembali, terbuka dalam berdialog dan membuka hati bagi suara yang lain dan juga mampu merendahkan diri demi bukan mengajukan kekuatan untuk sebuah pendapat.

     
    Reply
  111. Gerson

    Saya pernah sakit demam berdarah tingkat berbahaya, dan berobat ke RS Elisabeth MEdan, tidak pernah saya disuntik seperti yg diceritakan ibu Prita. dan saya sembuh tepat waktu dan semua apa yg dikerjakan RS sangat transparant. saya saran RS Omni dilakukan audit dan diberikan sanksi jika ada penyimpangan.

     
    Reply
  112. Marikuy

    Wauw………….takut kasih komentar…ntar dilaporin juga sama tuh rumah sakit….ampun……..!

    Saya takut kasih komentar……………………….!

     
    Reply
  113. Indah

    Sy kalo nonton tv jadi miris liat tayangan mbak Prita..bisa jadi hal itu menimpa sy, sahabat ataupun keluarga sy sendiri..smoga kejadian yg menimpa mbak Prita cukup sekali saja..dan pengalaman menghadapi rmh sakit yg tdk menyenangkan sudah berkali-kali kami alami juga…terutama soal obat, suntikan, infus etc..sll direkomendasikan u dibeli, blm habis ganti lagi, jd obat yg tdk tpakai menumpuk di lemari pasien, bahkan ortu sy yg jelas2 tdk bisa menelan tetap dikasih obat oral sampe obat itu hanya jd penghias lemari juga…saran kami apabila dirawat rs harus cerewet nanya ini itu..spy tdk tjadi pengalaman buruk lagi..

     
    Reply
  114. rambo

    Birokrasi indonesia memang memalukan, sebenarnya kejadian ini tidak hanya terjadi di daearah tangerang saja banyak kota2 lain yg mempunyai RS yang begitu memprihatinkan segi kualitasnya, contohnya semarang, di Semarang ada RS milik negera, besar, kemungkinan RS ini memiliki fasilitas yg memadai, tapi sayang pelayanannya sangat tidak manusiawi.
    banyak pasien dipergunakan sebagai uji coba, dan tidak selayaknya diperlakukan layaknya manusia.
    para pasien punya keluarga, seperti para dokter, tapi kenapa mereka tidak punya hati seperti layaknya manusia. apa hanya uang yang yang berkuasa? dan apa hanya ada uang pasien bisa diperiksa? di mana hati itu berkata??? minta tolong donk para pejabat tinggi yang mempunyai wewenang untuk ini, rakyat kecil banyak yang berteriak meminta hak mereka sebagai pasien untuk sembuh.

     
    Reply
  115. BUNDA AMIE

    MASA SE ORG CURHAT AJA DTANGKAP, INI KHAN GAK FITNAH, DIA CUMA NGINGETIN,
    ORA NEKO2 DE…

    YG SABAR Y MB PRITA,

     
    Reply
  116. rezmay_or

    gimana indonesia mau maju
    jika demokrasi dibungkam habis

    hidup ibu prita…
    hidup demokrasi……

    prita salah,
    demokrasi mati

     
    Reply
  117. kokkei

    gue dukung Bu Prita!!
    Lawan Rumah Sakit kapitalis!!!

    Ngambil untung itu wajar, asal dengan cara yang benar dan bukannya menghalalkan cara semacam itu.

     
    Reply
  118. Mudjoko

    Untuk mbak prita….sabar ya mbak, Allah akan menunjukkan kebenaran, saya yakin semua akan teruangkap dengan cepat siapa yg salah dalam hal ini, dan ini bukan masalah pencemaran nama baik, tapi langkah mbak prita sudah tepat untuk mencegah korban berikutnya…

     
    Reply
  119. Pakpahan

    DIHIMBAU KEPADA SEMUA KALANGAN MASYARAKAT SUPAYA JANGAN BEROBAT KE RUMAH SAKIT TERSEBUT…… DAN INI DISAMPAIKAN KEPADA PARA PIHAK KELUARGA DAN SANAK FAMILI SUPAYA KALAU ADA FAMILI YANG SAKIT JANGAN DI BAWA BEROBAT KESANA….

     
    Reply
  120. Pakpahan

    Negara ini akan hancur itangan yang berduit… ingat para Pejabat Indonesia 99% tidak ada yg bersih…..kalau tidak suka korupsi yaaaa main perempuan…. biniknya ada dimana-mana… maka hati-hati…. maaf pak polisi saya hanya menyampaikan pendapat yang benar di lapangan bukan mengada-ada jadi jangan tangkap saya…… heeeee ntar saya mo lari kemana ….. palagi polisi kan punya tembak… takut ahhhh.. tapi kalau ga ada tembaknya saya mungkin ga taku.. heeeeeee bener nich… huuuuuu ada-ada aja pejabat negara ini…

     
    Reply
  121. Pakpahan

    Sampaikanlah yang benar itu walau pahit rasanya….. kalau di pengadilan dunia ini kamu kalah ..ingat di akhirat pengadilan Allah kamu akan menang…. hidup ini hanya sementara dan penuh canda gurau.

     
    Reply
  122. beny BR

    saya yakin bahwa setiap keluarga di indonesia ini telah banyak berurusan dengan rs dan banyak sekali yang kecewa dengan pelayanannya dan itupun klo di complainkan kita yang kalah ,padahal nyata nyata terjadi kesalahan pengananan .disini saya mohon MenKes untuk perbaiki minimal standarisasi pelayanan pasien tanpa melihat strata ekonomi ,dan saya yakin masih banyak prita prita lain yang mengalami hal ini

     
    Reply
  123. Dr. H

    Met knl semua..
    kenalin namaku dr. H..
    Aku kerja d RS O

    Perlu semua tau bhwa ak sbnrnya bkan seorng dokter.. Tp ak seorang dukun yg semua serba kira2,duga2 n mantra2 huahahahahahahaha…

     
    Reply
  124. reva rophan

    ya buk…
    kalo menurut pandangan hukuim saya itu tidak bsa di kategori dalam pencemaran nama baik..
    karena curhat nya di lakukan dengan media internet yang di mana tidak bisa atau beda dasar hukum yang mengatur nya
    yang jelas-jelas sekarang sudah ada undang-undang IT no 11 thn 2008..

     
    Reply
  125. Pingback: Unproffesional…

  126. Manusia

    Banyak orang berkomentar akan tetapi duduk permasalahan sebenarnya apakah ssudah dimengerti ?
    Apakah pemberitaan selama ini dan juga pengakuan-pengakuan sudah jujur ?
    Karena dalam banyak hal orang berbicara PEMBENARAN dan bukanlah berbicara KEBENARAN.
    Ingatlah siapa diri kita dan siapa Pencinta kita.

     
    Reply
  127. pipington

    Ibarat menembak burung pipit dengan bazoka.
    gak pas,…
    Ibarat memberantas kecoa dirumah dengan dinamit.
    ancur sendiri,…
    Ibarat menepuk lalat dengan palu godam.
    gedubrak,…..
    Itulah yang terjadi.

    Jadi yang GOBLOK siapa?
    burung, kecoa, lalat ?
    bazokanya, palu godam, dinamit?
    tempatnya?
    yang disuruh?
    atau yang kasih perintah?

    perangkat keras cuma ikut operatornya.
    Pegawai, babu, kacung, pesuruh bertanggung jawab pada tuannya atas terlaksananya perintah boss.
    sebab kalau gak beres bakal PHK.

    Maksudnya hanya ada satu orang yang GOBLOK.
    dan dia yang pantas digebukin.

    Jadi kalo di kecamatan ada pak camat,
    kalo di sekolah ada KepSek,
    maka di Blog ini ada pak Lurah,..

    Nah,… pak lurah itu yang pantes digebuki.
    he he he he,…
    sorry boss cuma ibarat kok.

    Salam buat semua pendukung Ibu Prita.

     
    Reply
  128. ancok91

    apapun dapat di beli dengan uang…..Mentang2 kaya, dapat membeli aparat….kalo say dapat beli apa ya? rokok sebatang aja ngutang,,,kok mimpi beli pengacara???

     
    Reply
  129. Hari Harapan

    berkenaan dengan pencemaran nama baik itu kan mestinya dicek dulu apakan punya nama baik atau gak, baru dibahas pencemaran kalau masih punya nama baik. kalau belum jelas punya nama baik apa gak mestinya gak bisa dibahas donk !

     
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>